Terlibat Kasus 1 Kg Sabu, Oknum Kades dan Perwira Polisi terancam hukuman mati

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung –  Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya (kanan) bersama Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menggelar ekspose kasus 1 Kg sabu di kantor BNNP Lampung, Kamis (13/8/2020).

AKP Adr, oknum Perwira Polisi yang terlibat transaksi 1 Kg sabu, terancam hukuman mati. Begitu pula dengan Ad K (39), oknum Kakam Sukajawa, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah.

Bidpropam Polda Lampung berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung atas keterlibatan oknum polisi dalam peredaran sabu seberat 1 kilogram.

BNNP Lampung mengungkap penangkapan oknum anggota Polri dan kepala kampung di Lampung Tengah dalam peredaran 1 kilogram sabu.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, BNNP Lampung hingga sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait penyalahgunaan narkotika yang melibatkan oknum anggota Polri AKP Andriyanto (AY).

“Bidpropam Polda Lampung saat ini masih berkoordinasi dengan BNNP Lampung atas keterlibatan oknum anggota,” ungkapnya dalam ekspose di kantor BNNP Lampung, Kamis (13/8/2020), kata Pandra.

Bidpropam Polda Lampung menunggu hasil proses hukum dan keputusan pengadilan yang inkrah.

“Kemudian menjadi dasar ankum (atasan yang berhak menghukum) anggota Polri tersebut untuk menentukan hukuman disiplin serta kode etik,” tegas Pandra.

Pandra menambahkan, atas perbuatannya, AKP Andriyanto disangkakan PP No 1 Tahun 2003 pasal 12 huruf a dan pasal 13 ayat 1 serta Perkap No 14 Tahun 2011 pasal 11 huruf c tentang Kode Etik dan Peraturan Displin Polri, dengan ancaman hukuman terberat pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

Sementara itu, Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya mengatakan, Andriyanto dan Adi Kurniawan akan dijerat pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman maksimal yakni hukuman mati,” tandasnya.

Berperan sebagai Broker Adr, oknum Polisi yang diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, disebut hanya berperan sebagai broker alias penghubung.

Ditambahkannya, salah satu orang yang ikut ditangkap BNNP, hanya sebagai sopir.

“Yang belum kami tetapkan tersangka ini posisinya driver. Makanya kami masih mencari keterkaitan dengan kasus ini,” sebutnya.

Sukawinaya menambahkan, pihaknya masih memiliki waktu enam hari untuk mendalami peran Hasan.

“Jadi sebagaimana disampaikan, kami ada batas waktu enam hari, dan ini masih beberapa hari. Nanti akan kami sampaikan lagi,” tandasnya.

 

 

Pewarta : MM/DBS

 

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *