Polda Papua ambil alih penanganan kasus Video Panas yang libatkan Tokoh Masyarakat di Mimika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Warga Masyarakat Kabupaten Mimika, Papua digegerkan dengan beredarnya video asusila di media sosial grup WhatsApp pada Rabu, 12 Agustus 2020 lalu.

Video berdurasi 59 detik itu penuh dengan adegan syur diduga melibatkan salah satu Tokoh Masyarakat Mimika berinisial MM.

MM diketahui sebagai mantan anggota DPRD Mimika dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Perindo Mimika. Yang menjadi kasus tersebut semakin sensitif adalah penyebar dari video tersebut diduga didalangi oleh salah satu tokoh penting lainya di Mimika, sehingga hal ini menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian.

Hingga saat ini, pelaku yang terlibat mengirim video adegan tak senonoh tersebut diketahui sudah diamankan di Mapolres Mimika.

Selain pelakunya berhasil diamankan, Polisi juga meringkus barang bukti berupa 2 buah handphone dengan kelengkapan telepon seluler seperti SIM card dan lain-lain.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw dalam jumpa pers mengatakan, penanganan kasus video panas yang melibatkan sejumlah tokoh Masyakarat Mimika itu saat ini dilimpahkan ke Polda Papua.

“Saksi sudah kita periksa 4 orang dan pelaku adalah seorang perempuan berinisial Adzb alias I sudah kita amankan,” kata Irjen Paulus saat jumpa pers di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Sabtu, (15/8).

Kapolda menjelaskan, kasus beredarnya video asusila tersebut dikategorikan sensitif dimana melibatkan sejumlah tokoh penting di Kabupaten Mimika sehingga penangananya dilimpahkan ke tingkat Polda.

“Kasus ini sensitif. Kita sudah rapat bersama dan kita putuskan dilimpahkan ke polda. Kasus ini tidak bisa ditangani di lingkup polres,” ujarnya.

Kapolda Papua. Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw didampingi Kapolres Mimika AKBP. I GG Era Adhinata

Disinggung terkait dalang penyebar video tersebut, Kapolda meminta agar diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.

“Saya tidak mau duga-duga, tetapi prinsipnya kasus ini akan kita tarik ke Polda. Kami punya sarana dan prasana yang lebih cukup untuk memproses. kita akan ungkap semuanya,” terang Irjen Paulus.

Kapolda menambahkan, dirinya telah beratensi kepada jajaran Polres Mimika agar sesegera mungkin melengkapi syarat administrasi untuk dilimpahkan ke Polda. Nantinya pihak polda akan merespon dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk penanganan kasus tersebut.

“Jadi kasus ini urgent, melibatkan beberapa tokoh sehingga kami (Polda-red) ambil alih. Kita akan buka satu per satu,” pungkasnya.

Pelaku dikenakan pasal 29 juncto pasal 4 ayat 1 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman pidana 6 hingga 12 tahun dan denda 250 juta sampai6 miliar rupiah.

Selain itu pasal 45 ayat 1 juncto 27 ayat 1 UU No 19 tahun 2006 tentang perubahan UU no 11 tahun 2009 tentang ITE. Dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah.

Sebelumnya, Warga Mimika, Papua dihebohkan dengan beredarnya video panas berdurasi 59 detik di sejumlah grup WhatsApp pada Rabu, 12 Agustus 2020 lalu.

Nomor WhatsApp yang digunakan untuk menyebarkan video panas ke sejumlah grup WhatsApp tersebut diketahui milik Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *