Ungkap peredaran Miras Oplosan di Mimika, Kapolda Papua pimpin Press Release

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Kepolisian Resort (Polres) Mimika, Polda Papua, mengungkap praktik penjualan Minuman Keras (Miras) Oplosan jenis Vodka dari salah satu toko di Timika yang diduga memicu kematian pasangan suami istri (Pasutri) pada 28 juli 2020 lalu.

Hal ini diketahui saat Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw memimpin Press Release di Kantor Pelayanan Polres Mimika, pada Sabtu, 15 Juni 2020.

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw didampingi Kapolres Mimika, AKBP. I Gusti Gde Era Adhinata

Kapolda dalam jumpa pers mengatakan, pihaknya telah mengamankan seorang tersangka yang menjadi dalang peredaran miras oplosan di Kabupaten Mimika dengan inisial ITW alias TT (51).

“Sembilan orang saksi sudah diperiksa. Dan tersangkanya inisial ITW alias TT sudah diamankan. Total barang bukti berupa miras yang berhasil disita sebanyak 10 karton,” kata Irjen Paulus Waterpauw saat memimpin jumpa pers didampingi Kapolres AKBP. IGG Era Adhinata di Kantor Pelayanan Polres Mimika, pada Sabtu, (15/8).

Dijelaskan, barang bukti berupa 10 karton Minuman Keras (Miras) Oplosan itu diringkus dari 2 lokasi yang berbeda milik tersangka ITW alias TT.

Diantaranya, yang pertama pada tanggal 7 Juli 2020, diringkus ratusan botol Vodka Mansion House ukuran 350 mili liter (ml), Vodka Mansion House ukuran 250 ml, Vodka Vibe Original ukuran 750 ml, Vodka Vibe Dry Gin ukuran 700 ml, dan Vodka Vibe Tequila ukuran 700l.

Kemudian Bir Anker kuran 320 ml, Anggur Merah MC Donald ukuran 650 ml, Anggur Merah Columbus ukuran 650 ml, Bir Bintang 320 ml, Anker STOUT ukuran 330 ml, Anggur Koleson ukuran 620 ml, dan buku besar warna kuning.

“Sedangkan di TKP 2 yang diamankan pada 9 Juli 2020, didapatkan puluhan botol miras, seperti Vodkan Mansion ukuran 250 ml, Angker STOUT, Vodka Mansion House jumbo ukuran 350 ml, dan kaleng Angker,” terang Kapolda.

Jenderal bintang dua ini menerangkan bahwa barang bukti berupa ratusan botol miras tersebut telah dilakukan uji sampel di laboratorium oleh BPOM dan hasilnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Mode botol Miras Vodka Oplosan dan Originial

“Setelah diuji ternyata mengandung metanol 24,81 persen. Padahal syarat dari BPOM hanya 0,1 persen, ini sangat berbahaya meskipun etanolnya 40% memenuhi syarat. Ada juga yang diuji takaranya aman, tetapi tidak teregistrasi di BPOM,” beber Kapolda.

Kapolda kemudian meminta untuk penyidik tetap melanjutkan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Atas pelanggaran yang dilakukan, tersangka ITW alias TT (51) dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 204 ayat (1) KUHP ancaman pidana penjara 15 tahun.

Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan e Undang undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman penjara 5 tahun.

Pasal 386 ayat (1) KUHP ancaman pidana penjara 4 tahun. Pasal 141 Undang undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, ancaman pidana 2 tahun.

Serta Pasal 142 Jo pasal 91 ayat (1) Undang undang nomor 18 tahun 2012, dengan ancaman pidana penjara 2 tahun.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *