Dihari Kemerdekaan ke 75 : Polres Asmat rilis hasil tangkapan kasus Miras Lokal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Asmat – Kepolisian Resort (Polres) Asmat, Papua merilis hasil penangkapan terhadap pembuat atau penyuling Minuman Keras (Miras) Lokal jenis Sopi di Kota Agats, Kabupaten Asmat. Hal ini dipaparkan langsung oleh Kapolres Asmat, AKBP. Andi Yoseph Enoch.S.Ik dan turut dihadiri dan disaksikan langsung oleh Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos

Pengungkapan hasil tangkapan terkait kasus Arak Lokal itu dilakukan melalui Press Release bertempat di halaman Kantor Polres Asmat di Agats pada Senin (17/8).

Dalam rilis yang bertepatan di Hari Kemerdekaan ke 75 Republik Indonesia tersebut, Kepolisian menghadirkan empat orang yang merupakan hasil tangkapan terkait peracik atau penyuling Milo Sopi di Kota Agats, Kabupaten Asmat.

Press Release dipimpin Kapolres Asmat, AKBP. Andi Yoseph Enoch, S.Ik didampingi Bupati Asmat, Elisa Kambu, S.Sos

Keseluruhan pelaku sebanyak lima orang, yang baru ditangkap empat orang. Sedangkan satu orang lainya masih dalam pengejaran petugas,” kata AKBP. Enoch saat jumpa pers di Agats, Senin, (17/8).

Kapolres menjelaskan, keempat penyuling arak lokal yang kini menjadi tersangka itu, ditangkap beserta barang buktinya dalam waktu dua hari berturut-turut yakni pada Rabu, (12/8) dan Kamis (13/8) di Kota Agats.

Sedangkan tempat yang digunakan untuk meramu minuman Arak lokal yang telah digerebek pihak berwajib setempat diantaranya, 2 pabrik berlokasi di Jalan Anderep dan 1 pabrik di Jalan Postel Kota Agats.

Tepat di moment HUT ke 75 RI ini, kami (Polisi-red) sengaja melakukan Press Release untuk mengungkap dan menginformasikan ke warga Kabupaten Asmat,” terang Kapolres.

Polres Asmat menghadirkan keempat tersangka

Sementara barang bukti yang berhasil disita dan diamankan petugas yakni Arak Sopi dengan jumlah 500 hingga 1 ton liter.

Selain itu barang bukti lain yaitu alat dan bahan yang digunakan untuk menyuling Arak Lokal diantaranya, komfor, ember, panci, drum, palu, besi hingga sejumlah uang tunai serta bahan ramuan lainya.

Atas pelanggaran yang dilakukan, tersangka dikenakan Pasal 136 huruf b Jo Pasal 75 Ayat 1 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan yang mengandung formalin berbahaya dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun pidana.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *