Memprihatinkan, tidak punya tempat tinggal, Sawarna hidup dari ulur tangan warga

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Terlihat ringkih dengan kulitnya yang sudah mulai keriput di makan usia. Rambut hitamnya pun tak lagi menarik kala di lihat. Ya, rambutnya itu sebagiannya sudah memutih termasuk jari tangannya yang kian lemas akibat aktifitas dilakoninya setiap hari.

Sawarna, (65). Warga Kp.Durung, desa Sindang Laut, Kecamatan Carita, Pandeglang Banten hidupnya seadanya dengan menjadi marbot mesjid.

Dia hidup tanpa penghasilan tetap dan jauh dari kata layak, setiap malamnya harus tidur di mesjid karena sudah tidak memiliki rumah lagi.

“Tidak mempunyai penghasilan tetapi saya juga harus menanggung kebutuhan sehari-hari dari belas kasihan orang yang beribadah ke mesjid. Untuk makan sehari-hari aja susah apalagi harus menanggung hidup seperti warga lain. Saya kadang merasa bingung,”terang sawarna dengan lesu.

Sawarna mengaku memiliki Tiga anak, Dua tinggal di Jakarta dan yang satu lagi tinggal di kp. Silaban dengan kehidupan yang serba kurang juga, terangnya.

Saya bagaimana mau tinggal dengan anak saya, Sebab, mereka juga termasuk orang yang tidak mampu, jangankan kirim uang buat saya pak, untuk mereka mereka sendiri pun tidak mencukupi.

Kadang saya tidak makan dan menahan lapar, Uang tak punya beli beras. Adapun katanya ada berbagai jenis bantuan dari pemerintah belum pernah saya mendapatkan dan diperhatikan untuk mendapat jatah yang sama untuk warga lainnya. Tidak ada di khususkan untuk warga yang sangat membutuhkan,” keluh Sawarna.

Endang yang biasa disapa Golok ini selaku ketua Ormas BPPKB DPC Labuan yang memang hati nurani yang selalu terbuka untuk warga ini mengatakan sangat prihatin dengan kesehari-harian pak Sawarna. Sabtu, (15/8).

Hati sangat teriris, terang Golok, dimana sih bagian sosial perangkat desa ataupun Kasi Sosial kecamatan Carita, sudah dua tahun bapak Sawarna ini sehari-harinya hanya dim hanya mengharapkan uluran tangan yang kasihan, paparnya.

Sawarna yang bekerja haya mengurus mesjid selama ini belum pernah menerima bantuan apapun dari program pemerintah.
Selain mengurus mesjid Sawarna pun tinggal di mesjed tersebut karna sawarna tidak puya tempat tinggal dua tahun ini Sawarna harus rela tinggal di mesjid karna rumahnya yang roboh dan tidak layak huni.tegasnya

Ini harus menjadi perhatian khusus,sangat jelas bahwa pemerintah itu kinerjanya memperhatikan rakyatnya,Sila kelima mengatakan”Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”.Dimana keadilan seperti ini ada bansos dan berbagai bentuk bantuan program pemerintah bapak Sawarna yang sudah hidup dimesjid sekalipun tidak mendapatkan batuan,imbuh Golok.

 

Pewarta : R. Siregar

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *