PBM cecara Tatap Muka di Kabupaten Toba dimulai hari ini

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Drs Parlinggoman Panjaitan

MITRAPOL.com, Toba Sumut – Proses Belajar Mengajar (PBM) secara tatap muka di Kabupaten Toba akan segera dilaksanakan mulai hari Selasa (18/8).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Drs. Parlinggoman Panjaitan kepada mitrapol.com, sesuai dengan keputusan rapat bersama Empat Menteri yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri yang dilakukan melalui zoom meeting.

Hasil keputusan mengijinkan dan memperbolehkan Kepada Daerah yang berada di Zona Hijau dan Kuning untuk memulai proses pembelajaran tatap muka di sekolah dengan protokoler yang sangat ketat.

“Ini yang perlu kita kerjakan dimana sebelumnya sekolah-sekolah sudah kita benahi agar memenuhi protokoler kesehatan, kemarin juga kita sudah rapat dengan para kepala sekolah SMP dan komite se Kabupaten Toba dan ada Kadis Perhubungan, BPBD dan Kesehatan dimana kesepakatan untuk membuka kembali sekolah dengan tatap muka pada 18 Agustus,” terangnya usai mengikuti upacara HUT ke 75 RI, di halaman kantor bupati, Senin (17/08/2020).

Parlinggoman juga menyampaikan, pengawasan dalam penerapan protokol kesehatan menjadi hal yang paling utama selama pelaksanaan PBM tatap muka yang diawali khusus untuk siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalaui persetujuan orang tua.

“Dinas pendidikan tidak memaksa siswa masuk tatap muka kalau orang tua tidak setuju. Bagi siswa yang tidak mengikuti tatap muka, siswa tetap mengikuti proses daring dan luring. Sistem pembelajaran yang kita buat nanti di sekolah, itu 50 persen. Jadi kelas 7,8,9 itu sekaligus masuk 50 persen pada hari Senin, Rabu dan Jumat. 50 persen lagi masuk pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Selama di prose belajar sekolah mereka tidak ada jam istirahat, masuk jam 08.00 wib dan pulang pukul 11.30 wib. Dan kegiatan diluar ruangan kelas seperti apel, olahraga itu ditiadakan termasuk kantin juga tidak diperbolehkan dibuka di lokasi sekolah,” tegasnya seraya menjelaskan setiap mata pelajaran disesuaikan dengan kurikulum Covid-19.

Senada disampaikan Tito Siahaan selaku Kepala Dinas Perhubungan Toba. Pengawasan transportasi umum akan ditingkatkan dan jika ditemukan pelanggaran sesuai isi surat edaran yang disampaikan akan dikenakan tindakan.

“Kita sudah buat surat edaran supaya tetap mengikuti protokol kesehatan. Kendaraannya nanti, pagi disemprot kemudian supir dan penumpang tetap pakai masker, kapasitas angkutan maksimal 75 persen dan kita akan mengawasi nanti di lapangan. Jika ditemukan melebihi aturan akan diturunkan. Kita akan check nanti di tempat keberangkatan dan pemberhentian. Surat edaran sudah diberikan kepada para pemilik angkutan untuk disebarluaskan kepada para supir,” terang Tito.

 

 

Pewarta : Abdi. S

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *