Pemimpin Makodam III Kali Kopi tewas tertembak, TNI – Polri gelar Press Release

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Kapolres Mimika, Papua AKBP. I Gusti Gde Era Adhinata, S.Ik didampingi Dandim 1710 Mimika, Letkol. Inf Yoga Cahya Prasetya melakukan Press Release terkait penyergapan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri di Markas Kodam III Kali Kopi dan berhasil melumpuhkan eks Kepala Staff Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang juga menjabat sebagai pimpinan sementara Kodam III Kali Kopi, Timika bernama Hengky Wanmang, pada 16 Agustus 2020 lalu.

Press Release terkait penyergapan kelompok kriminal bersenjata KKB wilayah Mimika berlangsung di ruangan Satgas Operasi Nemangkawi, Kantor Layanan Polres Mimika Jalan Cenderawasih, Timika, Selasa, (18/8).

Jalanya rilis, Kapolres Mimika memulai dengan memberikan gambaran tentang profile dari Hengky Wanmang yang berhasil dilumpuhkan oleh aparat gabungan TNI-Polri dalam upaya penegakan hukum terhadap KKB di Papua.

Kapolres Mimika, AKBP. IGG Era Adhinata menyampaikan rilis didampingi Dandim 1710 Mimika Letkol. Inf Yoga Cahya Prasetya

Kapolres menjelaskan keberadaan maupun aksi-aksi penembakan yang telah dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata KKB di wilayah Kabupaten Mimika sejak 2009 silam terutama yang berkaitan dengan Hengky Wanmang yang sebelum tewas tertembak menjabat sebagai pimpinan sementara Makodam III Timika.

“Dari data kami, terhitung sejak tahun 2009 sampai 2020 terjadi penembakan sebanyak 417 tembakan. Jumlah itu sudah dihitung secara keseluruhan, baik yang dilakukan oleh KKB maupun kontak senjata dengan aparat gabungan,” kata AKBP. Era didampingi Letkol. Yoga saat jumpa pers di Timika, Selasa,(18/8).

Untuk diketahui, jumlah korban luka tembak secara keseluruhan dari tahun 2009 hingga 2020 mencapai 302 orang. Sedangkan korban yang dinyatakan meninggal dunia dari total aksi penembakan tersebut mencapai 190 orang.

“Khusus di tahun 2020 ini, jumlah korban meninggal akibat aksi penembakan sebanyak 6 orang termasuk 4 orang dari TNI-Polri,” ujarnya.

Kapolres yang didampingi Dandim 1710 kemudian menjelaskan terkait penyelidikan dan penindakan yang dilakukan di Markas Makodam III Kali Kopi pada tanggal 16 Agustus 2020 kemarin yang melumpuhkan Hengky Wanmang selaku pimpinan dari kelompok makar tersebut.

“Intinya kata AKBP. Era, Hengki Wanmang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Makodam III Kali Kopi karena sejak meninggalnya panglima Theni Kwalik, yang bersangkutan bersama Joni Botak mengambil alih pimpinan sementara,” terang AKBP. Era

Barang Bukti

Kemampuan Hengki Wanmang di KKB menurutnya diunggulkan sebagai pengatur strategi perang hingga mengatur berbagai propaganda.

“Intelektual dari yang bersangkutan (Hengki Wanmang-red) karena dia orang terpelajar lulusan S1 Stikom (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer-red) sehingga terkait pemberitaan dari KKB dirinya yang ditonjolkan. Sebelumnya, dia juga menjabat sebagai Sekretaris di Makodam III Timika,” beber Kapolres.

Terkait aksi penyergapan kemaren diketahui berawal dari informasi masyarakat maupun agen-agen yang membocorkan keberadaan Hengki Wanmang selaku pimpinan KKB Makodam III Kali Kopi di Markas mereka yang baru.

Kapolres menyebut, untuk menuju dan menemukan Markas KKB wilayah Timika yang baru itu harus ditempuh dengan jalan kaki selama hampir 4 hari

Kapolres menjelaskan, aparat gabungan TNI-Polri di Makodam III Kali Kopi sekitar pukul 06:00wit, pada saat itu Hengki Wanmang tengah memegang senjata dan hendak melakukan penembakan sehingga petugas langsung melumpuhkan. Pada saat penyergapan anggota KKB lainya berhasil melarikan diri.

“Setelah itu kita kuasai markas dan menemukan barang bukti. Pada saat evakuasi terakhir, Helypad kita ditembak dari arah ketinggian. Sehingga kita memutuskan untuk tidak kembali lagi. Sebagian anggota kembali dengan jalan kaki karena tidak sempat dievakuasi dengan Helypad. Hari ini baru mereka sampai,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetya meminta agar anggota KKB lainya agar segera menyerahkan diri untuk bersama-bersama membangun wilayah Papua termasuk Kabupaten Mimika kearah yang lebih baik.

“Hal-hal yang mendasar dari bukti yang ada. Ini bersifat penindakan hukum. Kita semua selalu mengajak, saudara – saudara kita yang diatas, ayo turun kebawah. Kita bangun daerah ini lebih baik

Dandim menjelaskan, wilayah Papua sejatinya masih harus membutuhkan pembangunan namun menurutnya hasil pembangunan tidak akan maksimal jika terus diganggu dengan ancaman penembakan dan peperangan.

Barang bukti yang dihadirkan saat Press Release diantaranya, 6 buah magasen, 3 pucuk senpi pendek rakitan, 3 buah kampak, 3lembar bendera BK, 19 buah Handphone, 409 butir amunisi berbagai kaliber, berbagai dokumen, teropong dan senter, 3 set senapan angin dan sejumlah uang tunai senilai Rp. 22. 467.10.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *