Telusuri dugaan Mark Up, Kasi di Dinas Pertanian Lampung Timur bingungkan awak media

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung –  Menindaklanjuti pemberitaan tim media sebelumnya, bahwa dana bantuan yang berasal dari Kementerian Keuangan telah disalurkan melalui lembaga APTI Kabupaten Lampung Timur. Usai menemui berbagai narasumber baik melalui Jajang selaku Kasi didinas Pertanian Lampung Timur dan sesuai petunjuknya bahwa Irsan selaku Ketua APTI Lampung Timur.

Kali ini, Jajang membingungkan tim awak media dan mengatakan via sambungan telpon guna mengetahui aliran bantuan tersebut menemui Eko Supeno sebagai Ketua APTI Lampung Timur.

“Silahkan hubungi Ketua APTI Lampung Timur pak Eko Supeno di Sukadana Jaya,” ujar Jajang.

Atas pernyataan itu im media menemui Eko Supeno di kediamannya di Desa Sukadana Jaya Lampung Timur. Saat ditemui, Eko mengatakan menjadi Ketua APTI hanya atas keputusan rapat seluruh DPK, namun belum memiliki SK pusat.

Eko Supeno, Ketua APTI Lampung Timur, tanpa SK Pusat dan hanya hasil musyawarah DPK saat ditemui awak media, Senin (17/8/20).

“Saya menjabat Ketua APTI hanya berdasarkan musyawarah seluruh DPK, dikarenakan pak Irsan habis masa jabatannya di tahun 2019 lalu. Tetapi saya belum memiliki SK dari pimpinan APTI Pusat, hanya surat berita acara yang ditanda tangani oleh seluruh DPK Lampung Timur. Tapi yang diakui di provinsi hanya APTI Lamongan dipimpin oleh Jumingan, bukan APTI Magelang dipimpin Irsan. Tetapi yang ada Kemenkumham adalah APTI Magelang. Kalau tidak sah dan tidak mengakui saya, biar sebagai petani tembakau Lampung Timur saja,” kata Eko.

Ditambahkannya, ia juga menjelaskan berbagai bantuan yang diterima melalui APTI dari Dinas Pertanian Lampung Timur.

“Saya dapat bantuan hanya tahun 2019, bantuan bibit dan saprotan obat-obatan dan alcon (penyedot air). Tetapi Tahun 2017 – 2018 saya tidak pernah menerima. Jika memang ada bantuan saya tidak mengetahui keseluruhan,” tambah Eko.

Sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan RI Menurut daerah Provinsi/Kabupaten/kota, dana yang telah dikucurkan kepada dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur sebagai berikut : kucuran dana tahun 2018 = (917.492.000 ), tahun 2019 = ( 766.549.000 ),tahun 2020 = ( 583.579.000 ) Total keseluruhan = ( 2.267.620.000)

Dana yang mencapai milyaran tersebut dari Kementerian Keuangan RI di tahun 2018 – 2020 diduga telah di Mark Up dan menjadi ajang korupsi oleh pihak Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur.

Sampai berita ini diterbitkan, Jajang selaku Kasi di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lampung Timur selalu memberikan keterangan tidak akurat membingungkan awak media.

Ada indikasi kongkalikong manipulasi data dan mark up penggunaan anggaran yang mencapai milyaran tersebut, sehingga segala bentuk bantuan yang diberikan kepada petani tidak sepenuhnya tersalurkan.

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *