Merasa Lupus belum merdeka, Amara gelar Unjukrasa di hari Kemerdekaan ke 75 RI

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tual – Aliansi Masyarakat Pemerhati Masyarakat (Amara) Tual Maluku Tenggara, Provinsi Maluku menggelar aksi pengadilan jalanan bertajuk “75 tahun Indonesia Merdeka tapi Lupus belum Merdeka”.

Aksi unjuk rasa berpusat di Perempatan Wearhir, Kota Tual pada Senin, 17 Agustus 2020.

Aksi pengadilan jalanan itu didominasi warga pengungsi lupus yang menjadi korban pembakaran rumah. Mereka mengaku belum merdeka sepenuhnya ditengah hari kemerdekaan ke 75 Republik Indonesia karena sudah dua tahun berjalan hanya penderitaan yang mereka alami pasca rumah yang menjadi tempat perlindungan mereka sehari-hari telah ludes dibakar pada tanggal 23 September 2018 silam.

Ye Husein Alhamid selaku koordinator aksi unjuk rasa menyatakan, unjuk rasa yang dilakukan tepat dihari kemerdekaan ke 75 Republik Indonesia sebagai pemberitahuan dan ungkapan protes terhadap Pemerintah dan Wakil Rakyat setempat bahwa warga Masyarakat Lupus sejatinya belum merasakan kemerdekaan yang hakiki. pasalnya selama dua tahun warga Lupus mengungsi, belum ada perhatian sama sekali dari Pemerintah Daerah maupun Anggota DPRD setempat.

“Disamping itu, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja Kepolisian Resort (Polres) Tual – Maluku Tenggara, karena kami anggap begitu lamban menangani kasus yang sudah berjalan dua tahun ini,” kata Ye Husein dalam orasinya.

Kordinator aksi unjukrasa berorasi, Ye Husein Alhamid

Alhamid menduga, pihak kepolisian sengaja memperlambat proses pelaporan bahkan ingin menghilangkan berkas pelaporan kasus lupus, pasalnya kasus ini sudah 2 tahun berjalan namun belum ada titik terang.

Dirinya menjelaskan, sebelum pengadilan jalanan dilakukan, pihaknya telah berupaya untuk bertemu langsung dengan Kapolres Maluku Tenggara AKBP Alfaris Pattiwael maupun Kasat Reskrim Iptu Hamin Siompo untuk koordinasi dan klarifikasi terkait penanganan kasus Lupus namun keduanya tak dapat ditemui.

Aksi unjukrasa terpantau tak berlangsung lama, lantaran Kapolres Tual-Malra bersedia menemui 7 orang perwakilan massa untuk dan menerima aspirasi.

“Dari hasil pertemuan, Kapolres memerintahkan Kasat Reskrim segera merampungkan berkas, dan tersangkanya segera ditangkap dan diproses. Kami mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas pernyataan dan ketegasan dari Bapak Kapolres untuk percepat proses kasus ini,” ujarnya.

Namun demikian, sebagai kordinator aksi tersebut, Ye Husein Alhamid menegaskan pihaknya akan terus mengawal penanganan kasus tersebut hingga tuntas.

“Kami akan tetap mengawal terus kasus ini. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada aksi lanjutan dengan melibatkan masa yang lebih banyak,” pungkasnya.

Diberitakan, sejumlah perumahan milik warga Lupus yang berlokasi di pertengahan antara Desa Dullah Darat dan Desa Labetawi, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual telah dirusak dan dibakar oleh sekelompok massa pada tanggal 23 September 2018 silam.

Atas aksi pembakaran tersebut mengakibatkan ratusan warga lupus mengungsi.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *