Tidak miliki etika dan bergaya Preman, Orang tua santri kecewa ucapan oknum petugas jaga Ponpes Darul A’mal Kota Metro

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Kekecewaan salah satu wali murid dari santri sangat beralasan atas ucapan yang dilontarkan dari salah satu santri Pondok Pesantren Darul A’mal Kota Metro yang bertugas melayani pengunjung tamu. Insiden terjadi didepan pagar, Rabu (19/8/2020).

Kronologis kejadian, ketika Arsyad (45) ingin mengunjungi anaknya yang sedang sakit. Namun salah satu santri yang bernama Khoiri dengan nada tinggi tanpa beranjak dari tempat duduk membentak.

” Pak… pak mau kemana, disini saja tidak boleh masuk. Nanti dipanggilkan,” ucap Khoiri.

Namun setelah dijelaskan maksud kedatangan mengunjungi anaknya, justru disambut Khoiri bicara dengan nada tinggi tetap duduk dan bergaya ala preman kampung bersama teman lainnya, duduk sambil menyulut sebatang rokok.

“Tidak bisa pak, sudah peraturan disini dari Gus Sodik bahwa pengunjung hanya sampai disini. Kalau bapak mau telpon Gus Sodik silahkan saja, nama saya Khoiri rumah saya dibelakang Mardi Waluyo,” ungkapnya.

Arsad selaku wali santri sangat kecewa atas ucapan yang kurang memiliki etika seorang santri pondok atas sambutan petugas jaga.

“Harusnya anak santri pondok bicara baik-baik bukan seperti preman sambil merokok, justru memalukan itu. Buktinya temen-temennya yang lain diam saja.Masak pengunjung santri berdiri diluar pagar, aturannya tamu dipersilahkan duduk jangan dia yang jaga yang duduk,” jelas Arsad.

Sangat disayangkan atas ucapan seorang santri tersebut yang kurang memiliki etika sopan santun,berbicara dengan orang tua wali santri yang ingin membesuk anaknya dikarenakan sakit.Justru tamu harus dilayani dan ditanyakan maksud kedatangannya.

Selain itu perlu menjadi perhatian agar kedepan lebih baik sebagai bukti suksesnya dalam mendidik santri serta dalam menyikapi dampak terjadinya penyebaran Covid-19, pengelola Yayasan Pondok Pesantren Darul A’mal Kota Metro harus pula menyediakan tempat ruang tunggu bagi para pengunjung, jangan dibiarkan berdiri diluar pagar.

Kedepan awak media akan meminta keterangan lebih lanjut kepada pengelola Yayasan Pondok Pesantren Darul A’mal Kota Metro terkait kejadian tersebut agar insiden tidak terulang kembali.

 

 

Pewarta : MM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *