Puluhan Geusyik di Kecamatan Cot Girek diduga ikut Bimtek di daerah zona Merah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Utara – Pada awal tahun 2020 seluruh dunia digoncang dengan kasus pandemi Virus Corona (COVID-19) yang membuat kepanikan dimana-mana, termasuk di indonesia hingga provinsi Aceh, ribuan manusia terinfeksi virus yang sangat berbahaya dan ribuan orang lainnya meninggal dunia.

Menurut informasi yang didapat media ini dari sumber terpercaya yang meminta namanya dirahasiakan media ini mengatakan. Di Indonesia sendiri, pemerintah telah memberikan berbagai anjuran dan himbauan kepada masyarakat untuk mengatasi wabah Pandemi ini agar wabah ini segera berakhir. Kamis (20/8).

Namun mirisnya masih banyak masyarakat dan pemerintah desa khususnya Aceh Utara terkesan tidak mengindahkan himbauan ini. Bahkan diduga Bupati Aceh Utara telah melakukan pembiayaran.

Faktanya sejumlah perangkat Desa dalam wilayah Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara dijadwalkan mengikuti Bimtek ke kawasan zona merah Banda Aceh, bahkan menurut informasi yang diterima media ini setelah satu hari bimtek di Banda Aceh para geusyik ini akan di bawa ke sabang.

Jadwal keberangkatan para geusyik di Kecamatan Cot Girek dikabarkan pada Tanggal 22 hingga 25 Agustus, Sebanyak dua orang yang ikut bimtek dengan anggaran yang sangat fantastis sebesar 30 juta rupiah

Keseriusan Pemerintah Pusat dalam memberantas pandemi Covid-19, dengan konsekwensi anggaran puluhan triliun yang digelontorkan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19, melakukan kebijakan Lockdown, meliburkan sekolah-sekolah meskipun sangat berdampak pada anak-anak didik dalam mendapatkan pelajaran serta dampak resesi ekonomi secara nasional.

Namun Pemerintah Aceh Utara tak menggubris nya, keseriusan Bupati Aceh Utara H.Muhammad Taeb, Kapolres, Dandim beserta seluruh jajaran nya patut dipertanyakan, jangan di satu sisi berkoar-koar komitmen dan keseriusan nya menerapkan protokoler covid-19, akan tetapi disisi lain melakukan pembiaran di jajaran lingkungan Pemkab bebas melakukan apa saja, tak ada teguran dan larangan tidak boleh ada kegiatan keramaian seperti social distancing, physic distancing, dan lain nya

Sungguh miris, ternyata anjuran pemerintah Jokowidodo dan Polri agar tidak melakukan kegiatan yang bersifat mengundang orang ramai, menjaga jarak (Social Disanting). Sepertinya tidak berlaku di wilayah kabupaten Aceh Utara.

Bahkan Diduga kuat lembaga LKPM yang sengaja mengarahkan para geusyik di kabupaten Aceh Utara untuk melanggar sejumlah intruksi dan aturan tentang covid-19. Bahkan diduga ada oknum drakula yang menguras dana desa melalui program titipan. sebut sumber media ini

Ibrahim Ketua forum Geusyik cot girek saat dihubungi media ini via telepon mengatakan, benar bang, tanggal 22 kami berangkat ke sabang bukan ke Banda Aceh, Bimtek nya di hotel Mata,ie sabang, bukan di banda Aceh bg, ujarnya

Terkait biaya nya bang benar 30 juta, tapi untuk empat orang, bukan dua orang bang, LKPM tidak mengarahkan untuk plot anggaran 30 juta, karena untuk lembaga hanya kami setor 6.000 juta rupiah per orang, sedangkan sisanya kami pakek untuk biaya transportasi, katanya

Masalah ditengah kemelut Pandemi covid -19 Disana akan di atur sesuai protokoler kesehatan, dan disini pun waktu kami berangkat kami sudah ada surat kesehatan, terserah kepada peserta mau ambil dimana, yang penting ada surat kesehatan. Ujar Geusyik Ibrahim dalam percakapan via telpon.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat media ini mencoba menghubungi pihak Lembaga LKPM melalui pesan Whatsapp.

Sampai berita ini ditayangkan media ini belum mendapatkan konfirmasi dengan pihak LKPM. Pihak LKPM hanya membaca pesan Whatsapp namun tidak membalasnya.

 

 

Pewarta :Zul Aceh

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *