Kasus fingerprint terkesan mengendap, Badak Banten desak Kejari Lebak evaluasi internal

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak- Dengan kepemimpinan baru kepala kejaksaan negeri lebak Nur Handayani, kita berharap agar mampu melakukan evaluasi internal disamping melanjutkan tugas penanganan dan Penegakan hukum baik yang tengah dalam proses penyidikan maupun yang dalam tahap pengumpulan data dan informasi.

Harapan tersebut diungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Banten, Organisasi Kemasyarakatan Badan Aspirasi Kemajemukan Banten atau Ormas Badak Banten diruang kerjanya pada Minggu, (22/8/2020).

Eli Sahroni menyindir soal dugaan kasus korupsi lingkup Pendidikan di Lebak, Terkait pengadaan Fingerprint Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD, SMP) yang terindikasi mark up harga dalam proses pengadaan barang. Seperti yang dia ketahui, dugaan kasus tersebut sempat ditangani oleh kasi Intel Kejari Lebak beberapa bulan yang lalu namun sampai kini tidak ada kejelasan status hukumnya. Padahal, Lanjut Eli, dugaan korupsi (mark up) cukup nampak mencolok bisa dilihat dari selisih harga satuan barang, Fingerprint-Red* sangat jauh antara harga di pasaran dengan yang di tentukan oleh pihak Sekolah.

“Kita menduga dalan kasus ini ada kongkalikong terselubung dari pihak yang berkaitan agar menghentikan penanganan kasus Fingprint tersebut”, kata Eli Sahroni Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten.

Masih dikatakan Eli Sahroni, jangan sampai kasus yang terindikasi kuat tindak pidana korupsi tapi berhenti di tingkat penyelidikan, ini bisa jadi tamparan wajah bagi aparat penegak hukum dalam supremasi penegakan hukum oleh sikap oknum di kejaksaan negeri lebak.

Eli berharap, dengan kepemimpinan Kejari Lebak yang baru harus bisa mengembalikan kepercayaan publik melalui supremasi hukum berdasarkan azas keadilan.

“Kepercayaan publik terhadap Lembaga Kejaksaan Negeri Lebak harus membaik jangan sampai terciderai supremasi hukum akibat ulah oknum kejaksaan negeri,” pintanya.

Seperti pada berita sebelumnya dikutip dari media Titik Nol, Pemanggilan oleh Kejari Lebak kepada pihak sekolah lantaran pembelian Fingerprint menggunakan Dana BOS seharga 2,9Juta melalui pihak ketiga, Sedangkan untuk harga satuan tersebut dinilai jauh lebih tinggi dibanding harga pasaran Yakni, dibawah 2 juta sekitar 1,4 Juta.

Nur Handayani, Kepala Kejari Lebak yang baru mengatakan jika dirinya akan melakukan konfirmasi dan memanggil terhadap kasi Intel dan Pidsus untuk menanyakan sejauh mana perkembangan proses tersebut

“Saya akan konfirmasi ke Intel dan Pidsus untuk mengetahui sejauh mana penanganan (Fingerprint) saya harus pelajari dulu dan akan menanyakan ke kasi Intel dan Pidsus sampai dimana penanganannya,” kata Nur Handayani kepada wartawan Titik Nol.

Mendengar pernyataan tersebut, Eli Sahroni Ketua DPW Provinsi Banten Ormas Badak Banten mengapresiasi niat baik Nur Handayani Kepala Kejari Lebak.

“Itu yang kami tunggu biar semua berjalan secara transfaran jangan terkesan terselubung tidak jelas, Saya akan Apresiasi niat baik Kepala Kejari Lebak,” pungkasnya.

(Ubay Pol)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *