Dianggap merugikan, warga Dusun Bagan Kusik Ketapang akan hentikan pola kemitraan dengan PT HSL Cargill Group

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Ketapang – Masyarakat Dusun Bagan Kusik Kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) mendatangi kantor perwakilan Mitrapol Kalbar pada hari Minggu (23/8/2020) guna meminta diberitakan dalam hal tuntutan masyarakat adat dayak dusun Bagan Kusik.

Menurutnya, pihak Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Harapan Sawit Lestari ( HSL ) Cargill Group belum ada kejelasan dan terkesan sangat merugikan masyarakat dusun bagan kusik Desa Asam Besar Kecamatan Manis Mata kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

Pasalnya, upaya yang pernah ditempuh Masyarakat Bagan Kusik untuk menjalin kemitraan kepada pihak Perusahaan PT.HSL Cargill Group tidak direspon dengan baik dan belum ada titik terang,sementara lahan seluas 800 Hektare milik Masyarakat Adat Dayak Dusun Bagan kusik,tidak ada Ganti Rugi Tanam Tumbuh ( GRTT ) oleh pihak Perusahaan PT.HSL Cargill Group.

Perwakilan tokoh masyarakat Kurnadi dan juga didampingin Demong Adat Bagan Kusik, Kuak mengatakan kepada media Mitrapol, “Kehadiran Perusahaan seharusnya tidak membuat keresahan masyarakat setempat apalagi membuat kerugian kepada pihak masyarakat, dikarenakan lahan milik masyarakat Dusun Bagan Kusik Desa Asam Besar Kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang,seluas 800 hektar, belum ada Ganti Rugi Tanam Tumbuh ( GRTT ) dan tidak ada pola kemitraan yang menguntungkan bagi masyarakat yang dilakukan oleh pihak Perusahaan PT.HSL Cargill Group,” ucapnya.

Lebih lanjut, kami atas nama masyarakat adat dayak dusun bagan kusik sangat dikecewakan dan dirugikan oleh pihak perusahaan,dan kami sudah melaporkan ke Aparat Penegak Hukum ( APH ) di Kabupaten Ketapang, agar persoalan ini ada titik terang.

Saat ini kami perwakilan dari masyarakat adat dayak dusun bagan kusik, berniat akan menolak pola kemitraan kepada pihak perusahaan PT.HSL Cargill Group,karena menurut kami sebagai perwakilan masyarakat setempat.

Perusahaan PT.HSL Cargill Group, belum ada upaya penyelesaian kepada masyarakat sampai berita ini tayang.

“Ada beberapa poin yang akan kami ajukan nanti dan itu akan kami sampaikan langsung kepada Pihak Perusahaan, dalam hal ini kami meminta pihak Perusahaan PT. HSL Cargill Group bisa memahami dan apabila persoalan ini tidak ditindak lanjuti, maka seluruh wilayah tritorial tanah wilayah hukum adat bagan kusik,tidak diizinkan untuk perusahaan melakukan peremajaan (Replanting ) apapun alasannya, selama belum adanya kesepakatan tentang tuntutan Masyarakat Adat Dusun Bagan Kusik tersebut diatas,” Ungkapnya.

Hal Terpisah,Dewan Pengurus Cabang Generasi Sosial Peduli Indonesia (GSPI) Kabupaten Ketapang Kalbar, Nasib Situmorang,sangat menyayangkan jika pihak Perusahaan PT.HSL Cargill Group tidak bisa menyelesaikan dengan baik terkait persoalan masyarakat Dusun Bagan Kusik,yang mana diharapkan kehadiraan perusahaan disetiap Daerah sudah semestinya memberikan kesejahteraan pada warga sekitar, bukan malah membuat keresahan pada masyarakat,seperti keluh kesah masyarakat Dusun Bagan Kusik Kecamatan Manis Mata,” ucap Situmorang.

Lebih lanjut Situmorang menjelaskan, “Saya akan mendampingi masyarakat agar bisa membantu mencari solusi terbaik dalam persoalan ini, dan saya berharap pihak Perusahaan bisa memenuhi tuntutan masyarakat terkait persoalan hak masyarakat yang belum dipenuhi pihak Perusahaan PT.HSL Cargil Group ,kepada masyarakat Bagan Kusik,” Tandasnya.

Berdasarkan Informasi dan keterangan yang diterima tersebut, maka awak media mitrapol berupaya mengkonfirmasikan persoalan ini kepada Managament Perusahaan PT.HSL Cargill Group di wilayah Kabupaten Ketapang.

Saat dikonfirmasi Perwakilan PT. Harapan Sawit Lestari (HSL) Cargill Group,belum memberikan keterangan kepada media Mitrapol.

( ROY )

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *