Dua kelompok yang terlibat saling serang di Jayawijaya akhirnya sepakat berdamai

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jayawijaya – Warga masyarakat kampung Wukahilapok, distrik Pelebaga dan kampung Meagama, distrik Hubikosi, Jayawijaya, Papua yang terlibat saling serang dengan menggunakan alat tajam tradisional berupa panahan dan senjata tajam lainya sejak 18 Agustus 2020 lalu akhirnya sepakat berdamai.

Kesepakatan itu diambil setelah pihak Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya memediasi kedua belah pihak untuk berdialog di Mapolres Jayawijaya, Sabtu (22/8/2020).

Kapolres Jayawijaya, AKBP Dominggus Rumaropen mengatakan, dari hasil dialog akhirnya kedua belah pihak sepakat berdamai dalam arti tidak akan lagi terjadi bentrok.

“Kemudian dari hasil dialog. Pihak pertama mengakui dan menyatakan telah bersalah dan siap di denda secara adat. Hal itu karena mereka mengaku melakukan penyerangan lebih dulu atas dasar kecurigaan dan menyebabkan korban meninggal bernama Ismail Elopere,” kata AKBP Dominggus melalui Siaran pers tertulis oleh Subdit Humas Polda Papua yang diterima MITRAPOL pada Minggu, (23/8/20).

Atas kematian dari Ismail Elopere sehingga terjadi serangan balasan dan menyebabkan korban meninggal lainya bernama Yairus.

Namun demikian, saat ini kedua belah pihak telah bersepakat berdamai. Sedangkan untuk denda adat dan sebagainya akan diselesaikan secara adat.

“Untuk kesepakatan mengenai denda adat, akan dibicarakan dulu di masing-masing Honai adat, dan Senin (24/8) dijadwalkan akan kembali dipertemukan kedua belah pihak,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, dalam dua hari terakhir petugas kepolisian melakukan patroli dan razia serta melakukan penyitaan terhadap benda-benda tajam yang dibawa masyarakat.

“Ke depan kita harus bangun komunikasi dengan adat, agar pola-pola mencurigai secara adat ini sehingga mengakibatkan orang meninggal cuma-cuma tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *