Ketua GRAM: Tanggung jawab dan moralitas geuchik Cot Girek sangat rendah

  • Whatsapp
Ketua Gerakan Rakyat Aceh Membangun (GRAM), Azhar.

MITRAPOL.com, Aceh Utara – Program Bimbingan Teknis (Bimtek) penguatan kapasitas perangkat desa yang di ikuti 23 Desa se Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara berlangsung selama 3 hari (23-25/08) di Kota Sabang.

Ketua Gerakan Rakyat Aceh Membangun (GRAM), Azhar mengatakan, hal tersebut menunjukkan sejauh mana tingkat tanggung jawab dan moralitas Geuchik, tentunya ini sangat rendah yang begitu bangga dipertonton kan kepada masyarakat nya sendiri.

“Masyarakat saat mengalami ketakutan , hidup susah ekonomi sedang morat-marit ditengah ancaman pandemi Covid-19, para Geuchik dan perangkat asyik jalan-jalan dengan dalih program bimtek, wajah mereka begitu senang, bangga dan sembringah menghambur-hamburkan dana desa, menunjukkan mereka tidak ada lagi rasa malu,” kata Ketua Gram, Azhar kepada awak media di sebuah Caffe Lhoksukon Minggu 23 Agustus 2020.

Menurut Azhar, pemimpin bukan hanya mengandalkan kecerdasan, tapi yang sangat penting memiliki tanggung jawab, peka dan punya moralitas yang tinggi, sehingga mengetahui kebijakan mana yang seharus nya dikukan untuk kemaslahatan rakyat nya sendiri terutama saat situasi bencana.

Bila melihat kebijakan yang dilakukan sejumlah Geuchik di Kecamatan Cot Girek, mengikuti Bimtek ke Sabang dalam situasi ancaman pandemi covid-19 apalagi nenggelontorkan dana desa capai Rp, 30 juta perdesa, sedangkan masyarakat saat ini sedang berjuang dan melepaskan diri dari ancaman virus yang sangat menakutkan, namun pemimpin mereka sendiri happy dan asyik menjalan program yang tak populis saat ini.

Tanggung jawab dan moral Geuchik patut dipertanyakan, apakah mereka tidak peka dengan kondisi rakyat nya sendiri atau urat malunya sudah putus, Ucap Azhar dengan nada tanda tanya.

Disatu sisi Program Bimtek sangat penting dalam meningkatkan kapasitas perangkat Desa, namun saat ini program Bimtek tersebut tidak layak dilakukan saat ini, ditengah pandami.

Apalagi tahun-tahun sebelum nya setiap tahun ada pelatihan dan Bimtek tapi bagaimana hasil out put dan out came nya, tanya Azhar lagi.

Lanjutnya, “Ini kita melihat Geuchik tidak ada rasa malu sedikitpun dihadapan rakyat nya yang sedang sekarat akibat morat marit ekonomi ditengah pandemi, bahkan bangga berpoya-poya dengan dana desa,” ujar Alumni Sekolah Demokrasi ini.

Azhar menambahkan ” Program Bimtek ini terkesan program yang dipaksakan, seharus dana tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan lain nya yang paling mendesak, apalagi ancaman pandemi belum.ada yang tau kapan akan berakhir,” pungkasnya

Ketua Forum Geuchik Cot Girek, Ibrahim saat dihubungi beberapa kali media ini melalui telpon selular tidak diangkat nya, dan mengirim pesan via whatshap namun tidak dibalasnya.

(Reporter : Zul Aceh)

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *