Tingkatkan peran Masyarakat, Kepala BNNP Kaltara hadiri Launching Desa Bersinar

  • Whatsapp
Brigjen Pol. Drs. Hendry Simanjuntak didampingi Kompol La Muati saat diwawancarai awak media

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Kepala BNNP Kaltara Brigjen Drs. Hendry Simanjuntak MM, menghadiri deklarasi Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang pertama di Kalimantan Utara.

Dalam kesempatan ini Brigjen Pol. Drs Henri Simajuntak menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Maspul beserta elemen didalamnya yang telah mendeklarasikan sebagai Desa Bersinar pertama di Kalimantan Utara.

“Diawali dari Desa/Kelurahan, kita yakin akan bisa memperbaiki bangsa ini, karena jika desanya bagus otomatis daerahnya akan bagus,” ujar Henri Simajuntak.

Sesuai hukum ekonomi, adanya suplai karena adanya permintaan, mari kita berpikir bagaimana kita bersama-sama supaya tidak ada permintaan, dengan memulai dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat disekitar kita.

“Kita harus bersaing dengan pengedar, karena mereka juga mempromosikan narkotika yang seolah-olah penambah stamina, padahal itu dibuat dari bahan-bahan yang tidak bagus,” tegas Henri.

Ditempat yang sama, Kepala Desa Maspul, Agus Salim menjelaskan bahwa deklarasi Desa bersinar ini diawali dengan Long March dengan mengkampanyekan gerakan lawan narkoba.

Dalam menyuarakan melawan narkoba, keberanian warga desa patut diapresiasi dalam melaporkan tindak kejahatannya narkotika.

Sudah dua Kali kami melaksanakan tes urine kapada perangkat desa dan melaksanakan pakta integritas dalam komitmen warga yang ditempel di setiap rumah warga.

“Kami sadar bahwa peredaran narkoba sudah masuk kepelosok desa, untuk itu kita beranikan diri untuk melawan narkoba dimulai dari desa. Kerjasama seluruh elemen di desa perlu ditingkatkan untuk memperkuat perang melawan narkoba ini,” pungkas Agus.

Dalam deklarasi ini, Bripka Arif dari Bidang Pemberantasan BNNP Kaltara memperagakan tentang alat-alat yang perlu dicurigai membantu penyalahgunaan narkotika khususnya sabu-sabu.

“Saya tidak bermaksud mengajarkan, akan tetapi kita harus peka dan mewaspadai apabila menemukan botol yang dilubangi 2 dan diberikan sedotan,” ujar Arif

 

 

Pewarta : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *