Dianggap tak punya taring di Papua, Lemasko tantang KPK ungkap dugaan penyelewengan Dana OTSUS

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) Kabupaten Mimika, Papua menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia mengungkap dugaan penyelewengan Dana Otonomi Khusus (Otsus) di wilayah Provinsi Papua.

Hal ini dinyatakan langsung oleh Katua Lemasko Georgorius Okoare yang didampingi petinggi Lemasko lainya saat Jumpa Pers di Timika, pada Rabu 26 Agustus 2020.

“KPK jangan berdiam-diam terus di Jakarta. Banyak penyelewengan uang negara di tanah papua tapi KPK macam tidak punya taring. Kenapa orang-orang koruptor yang ada di Papua ini tidak diusut selama ini,” kata Gery, sapaan Gregorius Okoare saat Jumpa Pers.

Ketua Lemasko dengan tegas menantang KPK-RI untuk turun langsung memeriksa dan mengungkap tuntas penyaluran dana Otsus pada 2 Provinsi di tanah Papua yang telah menggunakan anggaran negara sejak 2002 hingga 2020 dengan kisaran mencapai Rp 94,24 triliun.

“KPK tidak punya taring dan tidak berani tangkap maling diatas tanah papua ini. Saya minta dan tantang KPK untuk turun periksa mereka. kalau bisa tangkap pelaku kejahatan atau koruptor – koruptor yang ada di tanah papua ini,” ujarnya.

Secara khusus, Ketua Lemasko meminta Kepada Presiden Republik Indonesia Ir. H. Jokowi Dodo untuk tidak menggulirkan kembali Dana Otsus Jilid II karena pertanggungjawaban Dana Otsus sebelumnya dinggap belum terang benderang.

“Kepada Bapak Presiden Jokowi beserta jajarannya, kami dari Lembaga Adat Suku Kamoro (Lemasko) meminta supaya tuntaskan dulu uang-uang yang negara sudah kasih. Baru Dana Otsus Jilid II dikasih turun lagi,” pinta Ketua Lemasko.

Dirinya juga menyoroti dan mempertanyakan pengelolaan dan penggunaan Dana Otsus di Kabupaten Mimika yang telah menghabiskan sekitar 4,3 triliun rupiah.

“Saya mau tanya kepada bupati bahwa anggaran 4,3 triliun itu ditaruh dimana. Saya minta Bupati Eltinus Omaleng mengundang semua tokoh masyarakat untuk menjelaskan hal ini,” katanya.

Dirinya bahkan menantang orang nomor satu di Kabupaten Mimika itu untuk duduk bersama menjelaskan anggaran senilai 4,3 triliun tersebut.

“Saya tantang secara intelektual supaya transparan dan masyarakat tahu dikemanakan anggaran triliunan itu. Misalnya dipakai untuk bangun jalan. Jalan yang mana, lebar jalan berapa, panjangnya berapa, material apa yang dipakai dan sisa dana berapa. Yang sederhana itu saja, tapi dia (Bupati-red) belum ada waktu untuk ketemu saya,” terangnya.

Gery juga meminta kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas adanya dugaan penyelewengan anggaran bernilai triliunan tersebut.

“Periksa semua, mulai dari gubernur beserta jajarannya, dan bupati-bupati beserta jajarannya terkait dana Otsus selama ini. Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Kapolda Papua dan bapak Pangdam yang selalu mengejar OPM terus, tapi saya lebih terimakasih lagi kalau kejar pelaku kejahatan korupsi atau koruptornya,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng belum dapat ditemui maupun dihubungi via seluler untuk dimintai keterangan.

 

Reproter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *