Dua Unit Kapal Isap ditangkap, Kepala KSOP Pangkal Balam anggap Bakamla tidak profesional

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Babel – Penangkapan 2 (dua) unit Kapal Isap Produksi (KIP) oleh tim Satgas Badan Keamanan Laut (Coast Guard Indonesia) belum lama ini di perairan Air Kantung, Sungailiat, Kabupaten Bangka justru pihak Kantor Sahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkal Balam menilai pihak Bakamla terlalu ‘dini’ dalam bertindak.

Ironisnya, Kepala KSOP Pangkal Balam, Izuar malah menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh tim Bakamla tersebut. Pernyataan itu pun disampaikannya langsung di hadapan para awak media saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/8/2020) siang.

“Kapal isap itu kan (KIP — red) lengkap perijinannya masa langsung ditangkap?,” kata Izuar.

Saat disinggung perihal apa yang diduga menjadi pelanggaran terhadap kegiatan dua unit KIP di perairan Air Kantung, Sungailiat, Bangka namun Izuar justeru mengaku ia sendiri tidak mengetahui persis lantaran ia belum mempelajari berkas dimaksudnya itu.

Kendati begitu Izuar sendiri tak menampik jika dalam kasus ini pihak Bakamla sebelumnya atau setelah pihak Bakamla melakukan giat penangkapan dua unit KIP sempat menyerahkan berkas kasus dua unit KIP masing-masing diketahuinya KIP Jebus dan Sriwijaya Lautan Timah tersebut.

“Saat penyerahan berkas itu yang nerimanya staf saya bernama Agus,” ungkapnya.

Hanya saja dalam hal ini diakui Izuar, pihaknya belumlah dapat memproses berkas kasus dua unit KIP ini lantaran menurutnya saat ini kebetulan seorang stafnya sebagai penyidik (PPNS) sedang mengikuti kegiatan belajar di luar daerah.

“Untuk berkas kasus ini saat ini belum dapat kita proses ya kebetulan staf saya bidang PPNS sedang sekolah dan belum tahu kapan staf saya ini selesai sekolahnya,” terang Izuar.

Bahkan Izuar pun sempat menyinggung kinerja pihak Bakamla yang dinilainya tak profesional, sehingga berkas kasus KIP saat pihak Bakamla menyerahkannya justeru menurutnya sempat ditolak oleh pihak Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Polda Kep Bangka Belitung.

“Mereka (Bakamla – red) sempat menyerahkan berkas kapal isap itu ke Dit Polair tapi ditolak mungkin kurang kuat bukti pelanggaran KIP itu,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, dalam kasus ini disebutkan tim Satgas Bakamla menangkap dua unit KIP yang beroperasi di perairan Air Kantung, Sungailiat, Kamis (13/8/2020) lalu saat satgas Bakamlah sedang melakukan giat patroli di sekitar perairan setempat menggunakan kapal patroli Catarina 501.

Dalam kasus ini pun oleh pihak Bakamla, dua unit KIP ini (Jebus & Sriwijaya Lautan Timah) diduga melangggar pelayaran. Sayangnya pihak Bakamla pusat maupun pihak perwakilan Bakamla di Provinsi Kep Bangka Belitung sampai saat ini belumlah memberikan keterangan resmi terkait kasus dua unit KIP ini.

Kejadian penangkapan dua unit KIP ini pun dibenarkan pula oleh Pengawas KIP PT Timah wilayah Sungailiat, Mulyadi namun menurut pejabat ini jika kedua KIP yang ditangkap oleh tim Bakamla baru-baru ini yakni KIP Jebus dan Andalas.

“Iya benar, kapal Jebus dan Andalas,” kata Mulyadi dalam pesannya yang diterima media ini, Sabtu (23/8/2020).

Sempat pula media ini mencoba mengkonfirmasi perihal kejadian dua unit KIP ini langsung ke Kepala Unit Penambangan Laut Bangka (UPLB), Rian Andri melalui pesan singkat (WhatsApp/WA) namun tidak ada jawaban.

Sebelumnya, media ini pun sempat pula mencoba mengkonfirmasi kepala Kantor Stasiun Bumi Bakamla di Pangkalpinang, Mayor Ibnu Mufid Inung melalui pesan singkat/WhatsApp (WA) ke nomor ponselnya namun tidak ada jawaban meski pesan terbaca.

Bahkan sempat dihubungi langsung ditelepon Mayor Ibnu Mufid Inung namun tetap tidak ada jawaban dari yang bersangkutan. Begitu pula ketika media ini mencoba mengkonfirmasi ke salah seorang pejabat Bakamla pusat, Letlol (Mar) Mardiono melaluinya pesan WA namun serupa tidak aja jawaban hingga berita ini pun diterbitkan.

 

 

Tim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *