Hakim kabulkan Prapid warga Medan Johor

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Hakim kabulkan permohonan praperadilan atas nama pemohon Suimoi alias Upik (63) warga Jalan Pembangunan Ling. V Kel. Titi kuning, Kec. Medan Johor, Medan, dengan termohon Kapolri cq Kapoldasu cq Direktorat Reserse Krimum Poldasu

Hakim Tunggal Immanuel Tarigan yang bersidang di ruang Cakra-8 PN Medan, Rabu (26/8/202) menyebutkan, tidak sah penetapan tersangka terhadap pemohon, namun penyidikan perkara itu tetap dilanjutkan.

Seperti diketahui, pemohon melalui kuasa hukumnya, Themis Simaremare dan Elvina Anggraini mengajukan Prapid No 51/Pid.Pra/2020/PN Mdn atas nama pemohon Suimoi alias Upik.

Pemohon ditetapkan sebagai tersangka oleh termohon, dengan dugaan menempatkan keterangan palsu dalam akte otentik atau pemalsuan surat dan penggelapa hak atas barang tak bergerak.

Dugaan itu, sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 ayat 1 jo 263 ayat 1 dan ayat 2 jo Pasal 264 ayat 1 sub 385 KUHP.

Penetapan tersangka terhadap pemohon, berdasar laporan polisi No: LP /1059/IV/2010/SU/ Tabes tertanggal 21 april 2010 atas nama Arsyad Lis (pelapor).

Pemohon melalui kuasa hukumnya, memohon kepada hakim, menerima permohonan prapid untuk seluruhnya, dan memohon agar penetapan tersangka terhadap pemohon dianggap tidak sah.

Memohon agar menghentikan penyidikan dg menerbitkan surat pemerintah penghentian penyidikan atas laporan polisi, LP /1059/IV/2010/SU/ Tabes tertanggal 21 april 2010 an Arsyad Lis (pelapor).

Memohon agar memulihkan hak dan martabat pemohon dalam kedudukannya sebagai WNI, dan menghukum termohon untuk membayar seluruh biaya perkara.

Dari lima tuntutan pemohon, hanya satu point yang tidak dikabulkan hakim, sehingga penyidikan kasus itu tetap dilanjutkan.

 

 

Pewarta : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *