Harga bahan pangan Program Sembako di Cimanggu Tidak Wajar, TKSK : Jika komplain ke pihak Supplier

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Dugaan menaikan harga jual (Penggelembungan Harga) bahan pangan program bantuan sosial pangan (Program Sembako) terjadi di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Penggelembungan harga tersebut diketahui dari daftar menu bahan pangan sembako bulan Agustus 2020, untuk komoditi Beras Lokal 10 Kg Rp. 113.000, Telur 1 Kg Rp. 29.000, Ikan Tongkol 1 Kg Rp. 30.000, Tahu 1 Paket Rp. 7.000, dan Jeruk 1 Kg Rp. 22.000 ribu.

“Kami memahami itu, dan coba kalau terkait harga ketika itu kemahalan lebih baik silahkan konfirmasi ke pihak Supplier selaku penyedia,” terang Emus Tomi Irawan, S.ip, Pendamping Sosial Bansos Pangan Program Sembako sekaligus sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cimanggu saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin, 21 Agustus 2020 tepat pukul 10.16 WIB.

Emus Tomi Irawan mengungkapkan, lebih spesifik kalau terkait harga ketika itu kemahalan dan lainnya agen juga berhak ke Supplier (pihak penyedia).

“Selama ini yang saya rasakan pada kenyataannya ketika lis harga yang ditempel di Warung Gotong Royong (e-Warong) itu harga jual ke Keluarga Penerima Manfaat KPM, itu harga beli dari Supplier, dan ada bukti lis faktur penjualan,” kata dia.

Masih dikatakan Pendamping Program Sembako itu, harga penjualan e-Warong ke KPM, dan harga beli e-Warong ke Supplier ada di lis faktur yang dibawa oleh suplayer ke e-Warong sebagai tempat pembelian Bahan Pangan oleh KPM.

“Supplier KenziOne biasanya mengirim ke e-Warong pada saat pengiriman disertai faktur,” ucap TKSK Cimanggu.

Lebih lanjut TKSK Cimanggu menjelaskan, ketidak wajaran harga bahan pangan program sembako sudah dikonfirmasikan ke pihak Supplier KenziOne.

“Selaku pendamping sudah konfirmasi kepada Supplier KenziOne, dan saya juga mempertanyakan untuk harga Jeruk 1 Kg Rp. 22.000 itu harga yang tidak wajar, dipasar Cibaliung harga jeruk per kg Rp. 15.000, kalau 22 ribu minimal dapat ¹/₂ kg,” papar Emus Tomi Irawan.

Emus Tomi Irawan menegaskan, hasil konfirmasi selaku pendamping ke pihak Supplier sudah dilakukan, dan penyalurannya pun selalu disampaikan ke pihak dinas terkait, dan memang ada ketidak wajaran jika kita melihat daftar menu sembako Kecamatan Cimanggu di bulan Agustus 2020.

“Sebetulnya kalau bagi saya selaku pendmping memang merasa tidak wajar, dan seharusnya temen-temen e-Warong pun menyampikan kepihak KenziOne selaku Supplier ketika harga pembelian mereka kemahalan itu merasa kurang sesuia,” pungkas Emus Tomi Irawan S. ip, Pendamping Sosial Bansos Pangan.

 

 

Pewarta : Heru

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *