Pembangunan proyek Jalan 2,7 Miliar di Ruas Jalan Kedaton – Gantiwarno Lampung Timur terkesan asal jadi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Proyek peningkatan ruas jalan penghubung Desa Kedaton hingga Gantiwarno di Kabupaten Lampung Timur yang menelan anggaran senilai 2,7 milyar terkesan asal jadi, hal tersebut terlihat jelas dari hasil pekerjaan, mulai dari tingkat ketebalan aspal yang diragukan dan sangat tipis, pemasangan material batu tidak sesuai serta hasil uji warga sekitar dan yang melintas jalan tersebut saat berkendara sangat terasa bergelombang.

Selain itu, masih banyak titik pada badan jalan terdapat beberapa lubang yang tidak terisi aspal hingga terlihat retak-retak, sehingga hasil pekerjaan dari peningkatan jalan tersebut mutu dan kualitasnya jauh dari kata baik dan berkualitas.

Sebagian warga sekitar mengeluh kecewa dan berkomentar akan hasil pekerjaan itu.Apalagi dana yang digunakan dalam peningkatan jalan tersebut menggunakan anggaran negara bersumber dari APBD.Terkesan pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut mencari untung besar.

Gliwo (50), salah seorang warga Desa Gantiwarno mengatakan bahwa tidak puas dengan hasil pekerjaan ini dan sangat berharap kepada pemerintah Lamtim agar pekerjaan lebih baik lagi.

“Ya gimana ya pak, kalau hasilnya begini saya bilang puas, tetapi yang lain tidak puas, saya juga enggak enak. Harapan saya pekerjaan ini harusnya lebih baik lagi,” ujar Gliwo kepada tim media, Selasa (25/08).

Selian itu, Sarono (40) warga Tresnomulyo Lamtim juga mengungkapkan kekecewaan dari hasil pembangunan jalan yang terkesan setengah hati.

“Kalau jalan ini tidak diperbaiki desa dengan gotong royong maka rusak parah. Jalan ini jalan lintas antar kabupaten jadi harus kuat.Harusnya juga perbaikan jalan ini jangan putus-putus. Kalau ini sepotong-sepotong pembangunannya mulai dari 37 Pekalongan. Harus merata ibaratnya jangan pilih-pilih kasih. Kalau pemerintah akan membangun seluruhnya mulai dari ujung ke ujung,” ungkapnya.

Lain halnya Tarmin (55) sebagai warga Tresnomulyo merasa kecewa dari hasil pekerjaan peningkatan jalan tersebut seperti asal-asalan.

“Saya kurang puas, apalagi dulunya didekat Masjid lubang dalam-dalam. Tapi hasilnya banyak lubang-lubang enggak rata. Kalau bisa jalan ini diulangi dan diperbaiki lagi,” tandasnya.

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *