Pemberitaan tentang masyarakat Bagan Kusik tolak kemitraan, berikut klarifikasi PT. HSL Cargill Group

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar – Perwakilan Managament, Soraya selaku Cognito Communication yang merupakan Humas external dari PT Harapan Sawit Lestari ( HSL) Cargill Group, memberikan hak jawab dan klarifikasinya pada hari Rabu (26/8/2020) melalui via e-mail kepada awak media Mitrapol, terkait pemberitaan yang dimuat media Mitrapol dengan judul, (Dianggap merugikan, Warga Dusun Bagan Kusik Ketapang akan hentikan pola kemitraan dengan PT. HSL Cargill Group) dimuat pada hari Senin, (24/8/2020).

Soraya menyatakan,”PT. Harapan Sawit Lestari (HSL) memiliki Hak Guna Usaha (HGU) yang sah dan valid untuk konsesi di Desa Asam Besar yang mencakup Dusun Belian Sunsang dan Dusun Bagan Kusik.”

Lanjutnya, berdasarkan HGU yang berlaku ini, PT HSL secara hukum memiliki izin untuk melakukan program penanaman kembali di Dusun Belian Sungsang dan Dusun Bagan Kusik. Program penanaman kembali di perkebunan inti tersebut telah disetujui dan diakui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang,dan telah disosialisasikan kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya di daerah tersebut.

Menurutnya, PT HSL telah dan akan terus mematuhi semua peraturan dan prosedur yang berlaku yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Dalam menjalankan operasinya, PT HSL berupaya membudayakan praktik-praktik pertanian terbaik untuk budidaya kelapa sawit berkelanjutan, dengan tetap menghormati hak asasi manusia, budaya, dan kearifan masyarakat lokal di mana kami beroperasi,” tutupnya.

Demikian hak jawab dan klarifikasi yang disampaikan PT.HSL Cargill Group kepada media Mitrapol.
Sementara menurut Kurnadi selaku perwakilan masyarakat Bagan Kusik, bahwa permasalahan areal Hak Ulayat milik Masyarakat Adat Bagan Kusik seluas 800 Ha akan dibahas pada Audiensi di DPRD Ketapang pada bulan September mendatang.

 

 

Pewarta : Roy

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *