BS dan FH terdakwa kasus proyek jalan Amborgang – Sampuara dilimpahkan ke Kejasaan Toba

  • Whatsapp
Terdakwa BS dan FH saat menjalani pemeriksaan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Tobasa, Kamis (27/08/2020).

MITRAPOL.com, Toba – BS dan FH tersangka Kasus tindak pidana korupsi pada pekerjaan pembangunan Jalan jurusan Amborgang Sampuara, Kecamatan Porsea yang bersumber dari DAK Tahun Anggaran 2017 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Kabupaten Toba dengan pagu sebesar 4,5 Miliar akhirnya memasuki tahap II.

Pelimpahan berkas dan tersangka serta barang bukti dari status tersangka menjadi terdakwa kepada Jaksa Penuntut Umum dari Jaksa Penyidik dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Tobasa, Kamis siang, (27/8/2020).

Gilbeth Sitindaon selaku Kasi Intel Kejari Tobasa menyampaikan, pelimpahan dua orang tersangka atas nama BS dan FH dari status tersangka menjadi terdakwa dilakukan setelah perkara tersebut dinyatakan P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Perkara atas terdakwa BS dan FH itu sebelumnya sudah P21 oleh JPU. Selanjutnya kita sudah serahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) untuk dilimpahkan ke pengadilan Tipikor. Jadi perobahan ini status bukan lagi tersangka namun sdh terdakwa”, sebut Gilbeth didampingi Kasi Pidsus Richard Sembiring dan Kasubsi Penyidikan Tipidsus Indra Sembiring.

Gilberth juga menyebutkan Kerugian negara yang timbul akibat perbuatan terdakwa BS selaku PPK dan FH selaku penyedia barang dan jasa berdasarkan perhitungan fisik dari tim Poltek USU Medan sebesar Rp.511.000.000,- dengan modus adanya kekurangan spesifikasi dalam pekerjaan dan volume pekerjaan.

“Kedua terdakwa disangkakan Pasal 2 dan psl 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” terang Gilbert.

BS yang hingga kini masih berstatus ASN di lingkungan Pemkab Tobasa dan FH selaku Wakil Direktur PT Bintang Timur Baru akan dilakukan penahanan rumah. JPU menilai terdakwa dinilai kooperatif dan tidak menghilangkan barang bukti dan tidak ada niat melarikan diri, disamping suasana pandemi Covid maka meminimalisir kapasitas rumah tahanan.

 

 

Pewarta : Abdi. S

 

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *