Kapolda Papua ungkap identitas pelaku penganiayaan yang menewaskan Staf KPU Yahukimo

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Yahukimo – Kapolda Papua Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengungkap perkembangan kasus penganiayaan dan kekerasan yang mengakibatkan staf KPU Yahukimo Henry Jovinski meninggal dunia pada tanggal 11 Agustus 2020 sekitar pukul 14.00 WIT lalu di Jembat Brasa Kecil, Kali T, Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/38/VIII/2020/Papua/Resor Yahukimo tanggal 11 Agustus 2020 telah terjadi dugaan pembunuhan yang disangkakan pasal primer pasal 340 KUHP Subsider Pasal 338 KUHP lebih Subsider pasal 351 ayat (3) KUHP, dimana dengan sengaja direncanakan menghilangkan nyawa orang lain, diancam dengan hukuman mati atau penjara selama 20 tahun.

“Untuk tersangka sementara belum tertangkap namun sudah ada indikasi kuat terhadap pelaku yang Ananias Yalak alias Senat Soll. Ciri-ciri pelaku didapatkan dari hasil pemeriksaan saksi berinisial KM,” kata Kapolda Irjen Paulus didampingi Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen Bambang saat jumpa pers di Yahukimo pada Jumat, (28/8/2020).

Dijelaskan, hasil dari olah TKP telah cukup dan juga dilakukan reposisi yang dilakukan oleh Dir. Krimum Polda Papua, jajaran Satuan Reskrim Polres Yahukimo dan dibantu jajaran Intelkam Polda Papua dan Intelkam Polres Yahukimo.

Hingga saat ini, Penyidik Polres Yahukimo masih mendalami keterangan dari saksi-saki. Diduga kuat kasus tersebut berkaitan dengan kasus penganiayaan lainya yang terjadi belakangan. Diantaranya kasus kedua pada 11 Agustus 2020 dan kasus ketiga tanggal 26 Agustus 2020 yang

Satuan Tugas Gabungan Polda Papua, Polres Yahukimo, Brimob dan TNI melaksanakan penyisiran sebanyak enam kali dan berhasil mengamankan barang bukti berupa:

1. Busur panah sebanyak 38 buah;
2. Busur tanpa tali sebanyak 46 buah;
3. Tali busur sebanyak 33 buah;
4. Anak panah sebanyak 352 buah;
5. Anak panah tanpa mata sebanyak 107 buah;
6. Mata anak panah sebanyak 121 buah;
7. Pisau dari tulang kasuari 3 buah;
8. Parang sebanyak 33 buah;
9. Sangkur/pisau sebanyak 33 buah;
10. Kampak sebanyak 14 buah;
11. Linggis sebanyak 2 buah;
12. Senapan angin sebanyak 10 buah;
13. Ht sebanyak 6 buah;
14. Cas ht sebanyak 2 buah;
15. Handphone sebanyak 6 buah;
16. 1 buah kain yang bercorak bintang kejora;
17. 1 buah gitar ukulele milik pelaku;
18. 10 baju/noken bercorak bintang kejora;
19. dokumen TPNPB.

Kapolda Papua menambahkan, kepolisian melakukan upaya paksa, karena pada saat penyirisan pada tanggal 26 Agustus 2020, personel Gabungan Polda Papua, Polres Yahukimo, Brimob dan TNI mendapatkan perlawanan berupa serangan panah di sekitar area Jembatan Kali Buatan (TKP kasus ketiga).

“Hal ini dipertanyakan alasannya, apakah mereka terganggu atau ada hubungan (relevansi) dengan kasus ini, dan berkat kerja keras dari Diretorat Reskrimum, Polres Yahukimo dibantu TNI berhasil mendapatkan barang bukti dan mengeliminir kekerasan atau kejahatan di wilayah ini,” kata Jenderal bintang dua tersebut.

Kapolda kemudian meminta warga masyarakat khusunya warga Distrik Dekai agar turut membantu pihak berwajib bila mengetahui keberadaan pelaku untuk diinformasikan dan diserahkan ke petugas kemanan demi menyudahi permasalahan.

Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen Bambang Trisnohadi dalam kesempatannya mengatakan bahwa tersangka utama merupakan pecatan anggota TNI atas kasus penjualan amunisi, dan yang bersangkutan telah diproses secara hukum dan dipecat.

“Kami dalam hal ini TNI mendukung Polri dalam mengungkap kasus ini, karena atas kasus ini mengganggu kondusivitas masyarakat Yahukimo, kami jajaran TNI yang ada di Yahukimo siap membantu Polri,” pungkasnya.

 

Editor : Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *