Pengurus Pimpinan Cabang IPNU – IPPNU Kabupaten Batang Periode 2020 – 2022 resmi di lantik

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jateng – Komandan Kodim 0736/Batang Letkol Inf. Dwison Evianto,SE,M. Han di wakili oleh Perwira seksi Teritorial Kapten Inf. Winarno menghadiri acara pelantikan pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Batang, bertempat di Pendopo Kabupaten Batang Jawa Tengah Sabtu ( 29/8/20 ) malam.

Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) masa khidmat 2020 – 2022 Kabupaten Batang resmi dilantik.

Adapun Ketua IPNU terpilih, Syarifudin menyampaikan bahwa pengurus yang di bentuk sesuai dengan spesifikasi dan kemampuan yang di miliki di bidang masing-masing. Sebagai contoh teman-teman jurnalis langsung membuat perombakan-perombakan.

” Hari ini IPNU dan IPPNU harus ikut dan turut serta dalam dakwah media sosial semua ajun media sosial di beri nama ” Pelajar NU Batang”.

Ia juga menjelaskan, ” Ada sebanyak 248 ranting IPNU dan IPPNU Batang yang terbentuk, terbanyak kedua setelah Kota Pekalongan. Pada malam ini pelantikan di hadiri 130 kader. Tantangan pelajar Nahdhatul Ulama hari ini tidak hanya bertarung dalam revolusi industri. Tetapi juga mengawal kaderisasi Nahdhatul Ulama hingga tingkatan paling dasar di akar rumput.

”Sekarang IPNU memiliki badan baru yang mana sekarang harus memiliki data yang valid. Ada lima belas ribu lebih anggota di Kabupaten Batang, ” tutur Syarifudin

Sementara dalam sambutannya Bupati Batang Wihaji mengatakan, ” Negara kita adalah negara besar, butuh generasi orang-orang besar yang berpikir besar. Masa depan ada di tangan para generasi muda sekarang ini.

” Siapapun yang menjadi pemimpin bangsa ini, generasinya adalah kalian semua,” ungkapnya.

Lanjutnya, ” Saya hari ini sangat bangga yang luar biasa , karena di masa pandemi yang tak kunjung usai, Bupati menyetujui pelantikan di laksanaka sesuai protokol kesehatan. Pengurangan jumlah anggota yang di lantik merupakan bentuk antisipasi dalam pencegahan dan menekan penyebaran Covid – 19. Sudah 196 orang kena positif, 14 orang meninggal, 100 orang sembuh, 85 orang dalam isolasi mandiri, 11 orang masih berada di rumah sakit, ” tuturnya.

” Kalau disini ada 3 N ( Natas, Nitis, Netes ) namun hari ini kita harus 3 M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan ). Bukan karena tidak menghormati, saya senang melihat dari banyaknya anggota yang dilantik. Itulah generasi masa depan dari IPNU sebagai cikal bakal yang nantinya akan meneruskan perjuangan keluarga besar NU,’ kata Bupati.

Hari ini yang paling mahal adalah persatuan dan kesatuan. Seperti halnya saat ini, ketidak benaran yang di ulang-ulang menjadi sebuah kebenaran.

“Tantangannya adalah lompatan kemajuan yang mana kita di paksa harus mengikuti perkembangan jaman. Maka kedepan yang paling penting di siapkan adalah SDM (Sumber Daya Manusia) unggul, termasuk keluarga besar Nahdhatul Ulama khususnya IPNU dan IPPNU. Inilah yang menjadi generasi masa depan, ” terang Wihaji

“Bahwa kedepannya tantangan pelajar lebih rumit, lebih cepat perlu stite of with up. Harus ada sesuatu yang baru, jangan biasa-biasa saja, harus ada pembeda.”

Dengan ide-ide penting, mulai dari teorisasi pohon jati simbol-simbol lingkungan, itu merupakan simbol keterbaruan, lebih kepada pikiran baru, idiolog baru.

“Jadi IPNU dan IPPNU yang benar, pendidikan dicari, tehnologi silahkan di cari, Semua itu merupakan bagian dari “Sangune Akhirat”. Hanya IPNU dan IPPNU yang belajar dunia sampai akhirat”.

Wihaji juga berpesan,”Masa depan masih panjang, bermimpilah yang besar-besar. Kalau kita bermimpi yang besar Insyaa Allah akan melahirkan yang besar,” pungkasnya.

Usai pelantikan para tokoh dan tamu undangan melaksanakan foto bersama dengan para pengurus terlantik.

 

Pewarta : Irul/ Herry/ Imam

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *