Polres Mimika berhasil ringkus penadah dan pelaku Curanmor. Belasan unit Motor turut diamankan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Kapolisian Resort (Polres) Mimika, Papua melalui Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) berhasil meringkus terduga penadah dan pelaku pencurian motor (curanmor) di Timika. Keduanya berinisial AW dan YW ditangkap pada 23 Agustus 2020.

AW diketahui sebagai penadah, sedangkan YW adalah pelaku Curanmor.

Selain meringkus Pelaku dan Penadah, pihak berwajib juga berhasil mengamankan barang bukti berupa belasan motor dari berbagai merek.

Kronologinya, pada tanggal 10 Agustus 2020 lalu di halaman parkir Gereja GKP Petra di Jalan Poros SP-5 Timika, seorang warga kehilangan motor dan melaporkan ke pihak berwajib.

Petugas kemudian menidaklanjuti laporan tersebut dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku curanmor.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto

“Dari hasil penyelidikan, penyidik menerima informasi bahwa pelaku YW saat itu tengah berada di sekitar Jalan Ahmad Yani. Kemudian petugas menuju lokasi dan melakukan tangkap tangan saat pelaku sedang melakukan transaksi penjualan hasil curian,” kata Kasat Reskrim, AKP. Hermanto kepada MITRAPOL di Timika pada Senin, (31/8/20).

Setelah menangkap YW lanjut Kasat Reskrim, petugas kemudian menginterogasi untuk mengetahui lebih jauh sepak terjang dari pelaku YW.

“Dari hasil pengembangan, kami menemukan dan amankan 13 unit motor berbagai merek dari beberapa TKP,” bebernya.

Selain itu, YW diketahui sudah seringkali melakukan pencurian pada sejumlah lokasi di Timika. Diantaranya SP-7, SP-9, maupun di Gorong Gorong dan hasil curianya dipakai untuk makan sehari-hari dan menenggak minuman keras (miras).

“Pelaku YW melakukan aksi pencurian dengan modus mencari kendaraan yang sudah terparkir, kemudian mengambil dan menggiring ke rumahnya. Sesampainya, YW membongkar kabel kontak untuk mengetahui keaktifan dari motor curian tersebut,” terang AKP. Hermanto.

Lebih lanjut dikatakan, setelah dipastikan motor curian dalam keadaan baik, YW langsung menjualnya ke AW sebagai penadah.

Atas tindakan tersebut, keduanya dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *