Tutupi Nilai Anggaran dan Tidak libatkan TPK, Diduga Kades Bumiharjo Lamtim kelola sendiri Dana Desa

  • Whatsapp
Mahfud Sidiq Kades Bumiharjo Kecamatan Batanghari Lampung Timur saat ditemui awak media,Minggu ( 30/8/20).

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Sepertinya masih saja ada oknum Kepala Desa yang tidak transparan dalam mengelola anggaran dana desa. Artinya transparan kepada awak media maupun kepada masyarakatnya. Padahal secara umum anggaran dana desa tersebut wajib diketahui, agar penggunaannya tepat sasaran dan berguna bagi masyarakat.

Hal ini yang terjadi di Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari Lampung Timur. Salah satunya ada keganjilan dalam pembangunan rehap balai desa Bumiharjo, dan nilai anggaran tahun 2020 terlihat dari papan baner yang mencapai hingga ratusan juta.Melihat fakta yang ada bahwa rehap balai desa Bumiharjo tersebut tidak sesuai.Ada dugaan terjadinya korupsi anggaran dana yang dilakukan oleh oknum Kades tersebut.

Saat ditemui dikediamannya, Mahfud Sidiq selaku Kades Bumiharjo Batanghari Lampung Timur menolak menjelaskan nilai anggaran dana desa tahun 2020 yang dikelolanya kepada awak media.

“Kalau nanya itu, jangan nanyalah. Artinya yang penting apanya APBDes sudah saya terapkan,” ujarnya kepada awak media, Minggu (30/8/10).

Melihat fakta yang ada, pembangunan rehap Balai desa Bumiharjo tersebut ada keganjilan, terlihat dari berbagai item yang dikerjakan yaitu penggantian kusen, cor sudut, peningkatan bangunan tidak sesuai dari nilai anggaran. Sehingga menimbulkan kecurigaan terjadinya korupsi dalam pembangunan tersebut.

Selain itu, Mahfud Sidiq selaku Kades juga tidak terbuka menjelaskan dana desa secara detail tentang prosentase pemotongan dana Covid dan juga ia menolak jika TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) diwawancarai.

“Nilai anggaran rehap balai desa itu berjumlah 300 juta sekian.Mengenai dana Covid yang disalurkan,saya enggak bisa melihat itu.Ada 75 KK yang mendapatkan bantuan Covid berupa uang.Kegiatan lainnya pembangunan rehap balai desa dan jalan rijit beton,onderlagh dan MCK,” jelasnya.

Pada kesempatan akhir wawancara,Mahfud Sidiq selaku Kades Bumiharjo tetap tidak mau menjelaskan jumlah anggaran dan kegunaan keseluruhan dana desa tersebut.

“Enggak perlu saya jelaskan,yang penting namanya Kepala Desa bekerja sesuai dengan aturan. Jadi ada tim, ada pendamping dan yang penting semua ikut saya aja dan urusan pak Lurah aja. Kalau urusan TPK itu masih baru dan dia kurang tau dan menghadapi media-media pak Lurah. Kalau mewancarai TPK enggak usahlah,kepanjangan nantinya,” tutup Mahfud.

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *