Kasus penganiayaan terhadap FH sudah Dua puluh hari berlalu, orang tua akan lapor KPAI

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Dua puluh hari lebih sudah kasus penganiayaan yang dialami FH (16) bocah yang dipukul oleh seorang pria dewasa dilaporkan ke Polsek Penjaringan Jakarta Utara, sesuai dengan surat Laporan No : 863/k/VIII/2020/Sek Penj.

Saat ini kasus sedang dalam proses penyelidikan. SO, terlapor kasus penganiayaan ini masih bebas berkeliaran, dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut orang tua korban, dirinya tidak mengetahui pasti bagaiman kasus itu terjadi, karena WL sang pemilik pemotongan ayam baru memberitahukan ke dirinya pada tanggal 8 Agustus kemarin, kemudian saya tanya apakah sudah diurus ? Ok saya tunggu hasilnya

Karena setelah kejadian itu, FH pulang dengan keadaan mata sebelah kiri memar jelas saya kaget karena FH tidak menceritakan kejadian tersebut, katanya

Orang tua FH kembali menjelaskan,”pada akhirnya tanggal 19 Agustus 2020 saya mendapatkan undangan dari Polsek untuk menghadap, kemudian saya bertemu Fernando yang menangani kasus penganiayaan ini.”

Saat bertemu, Fernando mengatakan bahwa dia tidak percaya dengan saksi kedua belah pihak, ujarnya saat diwawancarai di rumahnya.

Dia mengatakan lagi kalau Fernando akan merubah BAP dia sudah mengetik bahwa pendamping akan diganti yang sebelumnya WL menjadi Nama dirinya selaku orang tua FH. Padahal kesaksian yang tertulis itukan kejadian yang real fakta dilapangan, kalau dirubah menjadi nama saya, nanti akan melenceng dari fakta dong, karena kan saya tidak ada dilokasi kejadian, paparnya.

Jelas metode yang diberikan Fernando akan menjadi Rancu membuat saya bingung, lari dari fakta. Karena sekilas saya baca jelas yang ditulis dalam BAP dimana itu tertulis fakta yang dijelaskan WL.

Tetapi dia memberikan statement kalau Polisi tidak menerima penjelasan saksi kedua belah pihak, karena saksi tidak melihat saat dipukul.”Gak mungkin kalau kita bicara fakta kalau si saksi ini melihat saat dipukul pasti akan menjadi apa perkelahian massa.

Yang saya tau, saksi itu ada setelah kejadian terjadi, itu namanya saksi, saksi gak mesti harus melihat kejadian saat dipukul, itu gak mesti dan kalau saya bilang kesaksian WL itu benar dan gak mungkin mandul dari hukum kalau menurut saya. ini kalau saksi dimandulkan polisi mau pakai saksi mana kalau pendamping itu dirubah menjadi nama saya apa yang saya jelaskan,kalau saya saja tidak ada dilokasi kejadian, jelasnya.

Saya selaku orang tua FH akan melakukan pelaporan ke Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) karena anak saya FH masih dibawah umur dan proses masih dalam on progres, ucapnya

Saya berharap agar proses hukum ini cepat selesai karena pelaku ini saya perhatikan itu tidak ada etika baik dan tidak ada rasa penyesalan sama sekali

Disisi lain, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Kapolsek penjaringan Jakarta Utara Kompol Ardyansyah. SIK.,MSi, menjelaskan,” kasus ini masih dalam proses dan saksi-saksi sudah diperiksa, nanti perkembangan akan disampaikan,” katanya.

 

 

Pewarta : Shemy

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *