Sistim pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Nunuka masih nunggu keputusan tim Covid-19

  • Whatsapp
H. Junaidi SH

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Karena masih ada beberapa kasus Covid-19 di Nunukan, proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah lama dinantikan oleh siswa maupun orang tua siswa masih menunggu keputusan dari Tim Covid-19 Kabupaten Nunukan Kaltara.

Menurut Kepala Dibas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan H. Junaidi. SH yang didampingi Kasi Pendidikan Dasar dan Menegah Abdul Ghoni menyatakan bahwa akhir-akhir ini, sejumlah kasus menyelimuti, salah satunya ada Dokter yang diduga terkena Virus Corona Disease (Covid-19), namun setelah keluar hasil Swab ternyata hasilnya Negatif.

Lanjut H.Junaidi, karena adanya beberapa kasus baru yang terdapat di Nunukan, tim covid-19 menyatakan Kabupaten Nunukan ini masuk dalam Zona Hijau dan Kuning.

Kemarin saya dengan pak Sugi Hermanto selaku Sekertaris Dinas Pendidikan berkordinasi dengan tim Covid-19 Kabupaten Nunukan, kami menyampaikan bahawa ada sekitar 50 sekolah baik di Sebatik maupun wilayah III.

Sementara terkait status sekolah-sekolah di Krayan, Abdul Ghoni menyampaikan untuk Tiga Kecamatan di Krayan sampai sekarang berkas untuk SD belum di kirim ke kami.

Abdul Ghoni

Kami masih menunggu berkas masuk, karena persyaratan secara administrasi permohonan harus diajukan walapun dari tim covid-19 sudah mengatakan bahwa Nunukan ini dalam kondisi zona hijau dan kuning diijinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dalam artian bukan berarti wajib.

Tetapi tergantung kesiapan sekolah dari wilayah III kami menunggu berkasnya sampai sekarang.

Kami mengunggu hasil di lapangan dari berkas layak atau tidak dari sekolah-sekolah SD maupun SMP sementara prosesnya sedang berjalan jadi pembelajaran tatap muka kami masih menunggu.

Saat ditanya supaya pembelajaran Tatap Muka dimulai supaya pembelajaran tatap muka secepatnya, menurut Sudi Hermanto Sekertaris Dinas Pendidikan soal anggaran operasional sekolah.

Bahwa untuk pemakaian dana bos itu di perbolehkan membeli kuota untuk guru maupun siswa, dalam program kementerian akan memberikan kuota untuk guru dan murid itu akan di sesuaikan saat ini masih dalam tahap pengimputan data di dapodik oleh sekolah masing-masing yaitu pengimputan nomor hendpon siswa.

Untuk daerah yang tidak ada jaringan kemungkinan tidak akan di berikan dan siswa yang tidak punya karena kuota itu di berikan langsung ke nomor Hp yang persangkutan tidak melalui nomor hp perantara sehingga tepat sasaran.

Jadi di sesuaikan yang ada jaringannya dan punya Hp itu yang akan di berikan kalau uang yang kita kasih bisa di salah gunakan.

Di rencanakan pembelajaran tatap muka di lakukan besok sudah mulai tetapi sampai saat ini surat edaran dari bupati belum selesai yang di buat dari dinas kesehatan.ujar Sudi Hermanto Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten nunukan Kalimantan Utara.

 

 

Pewarta : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *