Staf Ahli Menkopolhukam bidang Ketahanan Nasional kunjungi Mimika, ini tujuanya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Marsekal Muda (Marsda) TNI, Achmad Sajili selaku Staf Ahli Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Bidang Ketahanan Nasional melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mimika, Papua pada Kamis, (3/9/20).

Kunjungan kerja itu sebagai tindak lanjut dari kunjungan yang dilakukan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD bersama Mendgari, Tito Carnavian pada 23 Juli lalu. Disamping itu juga menyampaikan pesan dari mantan Ketua MK 2008-2013.

Dalam lawatannya, Marsda TNI Sajili melakukan pertemuan dengan Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Mimika. Mereka membahas berbagai persoalan terkait Politik, Hukum dan Keamanan ditengah pandemi Covid-19 di Kabupaten Mimika, Papuua.

Selain menggelar pertemuan dan membahas sejumlah persoalan di Mimika dan Papua, Achmad Sajili juga meninjau Obyek Vital Nasional (Obvitnas) PT Freeport Indonesia.

Disamping itu menyoroti dana otonomi khusus OTSUS Jilid II yang mulai digulirkan kembali.

Kepada wartawan Marsda TNI Achmad Sajili mengatakan, perhatian saat ini lebih pada evaluasi dana otonomi khusus OTSUS. Dimana sasaran utamanya harus lebih bermanfaat dan dirasakan oleh wong cilik atau masyarakat kalangan bawah di Papua.

Meskipun adanya penolakan untuk digulirnya dana Otsus Jilid II namun secara voting telah memutuskan bahwa anggaran OTSUS Jilid II tetap berjalan.

“Yang dipermasalahkan itu dana Otsus dari 2001 hingga 2020. Dimana mereka meminta untuk dievaluasi. Tapi secara vote kan hanya 7 yang menolak dari 27. Artinya dana OTSUS tetap berlanjut sampai 2041,” kata Marsda TNI Achmad Sajili kepada wartawan di Timika, Kamis, (3/9).

Namun demikian menurut Sajili, mekanisme terhadap pengelolaan dana triliunan rupiah itu perlu diatur kembali untuk membina dan meningkatkan SDM generasi papua yang berkualitas.

Staf Ahli Menkopolhukam kemudian menyarankan untuk membangun sekolah khusus anak asli papua. Sekolah yang dimaksud adalah dibidang penerbangan.

“Otsus Jilid II harus lebih mengena terhadap SDM Orang Papua. Olehnya itu saat ini saya di sini menawarkan untuk membuka sekolah Nusa Flying Institute,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Sekolah jurusan Penerbangan tersebut nantinya ada berbagai pilihan diantaranya Pilot, Teknisi hingga Pramugari atau Pramugara.

“Sekolah ini hanya untuk Orang Papua. Saat ini studi Nusa flying Institute pelaksanaanya baru ada di daerah Tangerang,” terang Sajili.

Terkait rencana untuk Nusa flying Institute dibangun di wilayah Papua dan berlokasi di Kabupaten Mimika, Sajili menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dan mengantongi persetujuan dari Gubernur Papua, Lukas Enembe dan selaku Staf Ahli Menkopolhukam dirinya akan menemui Bupati Mimika Eltinus Omaleng untuk membicarakan lebih lanjut.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *