Temui Staf Ahli Menhub, ini permintaan Wabup Mimika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Staf Ahli Menteri Perhubungan (Menhub), Letjen Laut. Buyung Lalana dalam lawatannya ke Papua juga menyambangi Kabupaten Mimika dan ditemui oleh Bupati Eltinus Omaleng yang diwakili Johannes Rettob selaku wakil Bupati Mimika pada Senin (7/9).

Dari informasi yang dihimpun, sebelum tiba dan menemui Wabup Mimika di Timika, Letjen Buyung telah berkunjung ke daerah Papua lainya yakni Kabupaten Nabire.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam keterangan persnya mengatakan, meskipun singkat, dalam pertemuan itu Pemkab Mimika memberikan atensi agar Kementerian Perhubungan sesegera mungkin untuk membangun Pelabuhan Poumako.

“Kita harapkan agar pelabuhan Poumako, pembangunan terminal, kantor dan fasilitas lainnya segera dibangun. Untuk fasilitas Pelabuhan Pomako tidak usah khawatir karena jaminannya Pemda Mimika, jadi bangun saja,” kata Wabup Rettob kepada awak media di Timika.

Wabup menerangkan, Kementerian Perhubungan sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk pelabuhan poumako pada Tahun 2016 silam. Dimana kala itu dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika.

Bahkan anggaranya telah dikucurkan saat itu namun terkendala dengan persoalan kepemilikan tanah. Sehingga dananya dikembalikan lagi ke pusat.

Namun hingga kini, persoalan permasalahan tanah itu telah dinyatakan tuntas, bahkan kepada Kemenhub, Wabup menyatakan dalam pembangunannya Pemkab Mimika siap menjadi jaminan kelak bila terdapat hambatan.

“Saya (Wabup Mimika-red) sudah sampaikan kepada Menhub bahwa pembangunan Pelabuhan Poumako. Pemda Mimika jadi jaminan. Mau ada masalah dan tidak, kami jadi jaminannya,” terang Rettob.

Disamping itu, disinggung terkait pembangunan lanjutan Bandara Baru, Wabup mengatakan sesuai schedule atau perencanaan seharusnya Bandara tersebut seharusnya bisa beroperasi dan digunakan ditahun ini namun karena dituntun untuk penyesuaian dengan APBD selain itu karena adanya wabah Covid-19 yang saat ini Kabupaten Mimika masih menempati zona merah.

Untuk diketahui anggaran yang dipakai untuk pembanguny bandara tersebut bersumber dari APBD Kabupaten dan APBN.

“Disisi udara sudah selesai, terminal bandara yang dibangun oleh kemenhub juga hampir selesai. Kita menunggu sisi daratnya baik tempat parkir dan jalan masuk adalah tanggungjawab Pemda Mimika. Mudah-mudahan dalam tahun ini bisa kita selesaikan minimal sebagian supaya aksesnya bisa kita pakai,” tutupnya.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *