Polri gelar Desentralisasi Dikbangspes Intel, Binmas, Sabhara, dan MOP SPN di Polda Papua secara virtual

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jayapura – Upacara pembukaan Desentralisasi Dikbangspes fungsi teknis Intel, Binmas, Sabhara, dan Manajemen Operasional Polsek (MOP) secara Virtual berlangsung dan dipimpin oleh Kalemdiklat Polri, Komjen Pol. Drs. Arief Sulistyanto. M.Si. Bertempat di Aula Elsama Numberi SPN Polda Papua, Rabu ( 09/09/2020 ).

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. Arief Sulistyanto. M. Si dalam sambutanya mengatakan, program ini sebagai trobosan untuk membina dan mengembangakan spesialisasi sistem dalam kemampuan profesionalitas personil Polri.

“Faktor ini dipilih karena saat ini tidak lagi terpusat di Pusdik fungsi tetapi kami modifikasi sebagai penanggung jawab pendidikan spesialisasi dengan SPN Polda sebagai penyelenggara diseluruh Satuan Wilayah Polda,” kata Komjen Arief dalam sambutanya.

Menurutnya, pola pendidikan spesialisas desenteralisasi merupakan modal untuk mengatasi kendala luasnya wilayah, dan dapat membaca jumlah personil polri, dimana setiap tahun ada yang bertambah dan berkurang, serta batas waktu dan tantangan dalam kamtibmas seiring dengan perkembangan masyarakat yang dihadapi Polri.

“Disamping itu juga sebagai tuntutan aspek formal legalitas dalam pengembangan karier personil polri yang mensyaratkan memiliki sertifikat pendidikan pengembangan spesialisasi, tuntutan lain yang lebih penting adalah secara legalitas dalam bidang penyidikan yaitu persyaratan penyidik sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah no 58 tahun 2010 tentang syarat penyidik Polri yang harus memiliki sertifikasi profesi penyidik yang dasarnya adalah sertifikat pendidikan spesialisasi penyidik,” terang Komjen Arief.

Kalemdiklat Polri menambahkan, bila dilihat jumlah Personil Polri dengan saat ini sebanyak 440.000 orang atau setara 80%, untuk level bintara 352.000 orang, sedangkan bila dilihat kemampuan dari pusdik fungsi dalam menyelenggarakan pendidikan spesialisasi hanya mampu mendidik 300 orang Bintara setiap fungsi diseluruh Indonesia.

Sehingga total dari seluruh pusdik hanya mampu mendidik 3000 orang atau hanya 1% dari jumlah total Bintara. Apabila jumlah itu dibagi dengan 34 Polda maka hanya 88 orang yang bisa mengikuti pendidikan spesialisasi dari masing masing polda. Kemudian bila dibagi setiap fungsi hanya terdapat 8 orang yang mengikuti pelatihan fungsi teknis disetiap Polda.

“Lemdiklat Polri sejak 2019 telah mengkaji kondisi ini dan merumuskan langkah langkah terobosan strategis yang efektif untuk melakukan percepatan peningkatan kualitas kemampuan profesional SDM Polri,” ujarnya.

Melalui program pendidikan dan pelatihan itu, dirinya berharap agar peserta dapat mengikuti ikuti dengan sebaik-baiknya untuk menaikkan kemampuan dalam pelaksanaan program pendidikan yang baik untuk kemajuan dan eksistensi polri.

“Selain itu tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah sebaran Covid-19 selama pelatihan berlangsung,” pungkasnya.

Dalam kegiatan itu turut dihadiri Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Drs. Yakobus Marjuki, Dir Samapta Polda Papua Kombes Pol. Sondang Siagian, Ka SPN Polda Papua Kombes Pol. Taufik Irpan Awaluddin SH, Pejabat Utama Polda Papua, Para tenaga pendidik SPN Jayapura, Peserta pendidikan pengembangan fungsi.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *