Gerak cepat Polres Lebak ringkus pasangan pembunuh anak kandung asal Jakarta

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten- Satreskrim Polres Lebak bergerak cepat meringkus sepasang suami istri tersangka pembunuh dan pengubur jasad Keysya Safiah yang merupakan anak kandung sendiri di Tempat Pemakaman umum (TPU) Kp. Gunung kendeng, Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak -Banten pada Sabtu,(12/9/2020).

Keysya Safiyah, belia kelahiran 29 Agustus 2012 yang memiliki saudara kembar Keyila Safiyah, meregang nyawa di rumahnya di Kampung Pejompongan No. 36 RT.006 RW. 007 Kelurahan Bendungan hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat akibat mengalami kekerasan fisik dilakukan LH (26) Ibu kandung korban.

Terungkapnya kasus kematian Keysya berawal dari niat kedua tersangkan menghilangkan jejak dengan cara membawa jasad korban ke Wilayah Banten untuk mengubur anaknya di pelosok daerah Kabupaten Lebak. yakni, di Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak.

Namun usaha sepasang suami istri ini tidak berjalan mulus. kasus kematian putri kandung yang ingin mereka tutup rapat terpendam bersama jasad yang belum disempurnakan seolah menjerit meminta pertolongan Tuhan.

Ati Rohayati, seorang aparatur Pemerintah Desa Cipalabuh melapor ke Polsek Cijaku setelah penduduk dibuat geger dengan penemuan kuburan baru di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Gunung Kendeng, Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku pada Sabtu, 12/9/2020.

“Padahal sebelumnya tidak ada warga yang meninggal,” kata Ati

Setelah menerima laporan, Polsek Cijaku berkoordinasi dengan polres Lebak. dengan dipimpin langsung Kasat Reserse kriminal bersama anggota Resmob langsung melakukan olah TKP guna pengembangan untuk mengungkap dan menemukan pelaku.

Kurang dari 24 jam pasca dilakukan penggalian kuburan misterius, Tim Macan Polres Lebak berhasil mengungkap dan membekuk pelaku di Jalan Asofa Raya Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon jeruk, Jakarta barat.

Dihadapan Polisi, LH (26) dan IS (27) mengaku telah mengubur jasad putrinya (Keysya Safiyah) yang tewas setelah di pukuli menggunakan gagang sapu secara bertubi-tubi dan mendorong jatuh ke lantai hingga meregang nyawa.

Seperti dilansir dalam Pers Rilist Kasatreskrim Polres Lebak, Minggu (13/9/2020). Tersangka LH (26) mengakui dirinya telah melakukan kekerasan pada putrinya hingga menghilangkan nyawa putrinya, selanjutnya, dirinya meminta tolong suami, IS (27) untuk menghilangkan jejak mengubur jasad korban secara diam-diam ke Wilayah Banten.

Dalam keterangan tersangka, Keysya Safiyah meregang nyawa sekira pukul 15:00 pada Rabu 26 Agustus 2020 lalu.

LH(26) meminta bantuan suaminya IS (27) untuk menghilangkan jejak ke Wilayah Banten. Keduanya sepakat untuk mengajak Keyla Safiyah saudara kembar si korban (Keysya Safiyah) menuju Lebak Banten.

Mereka tiba di TPU Gunung kendeng, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak sekira pada pukul 18.00 WIB. Tersangka LH (26) menunggu suaminya meminjam cangkul kepada warga dengan alasan untuk menguburkan bangkai kucing.

Usai mengubur Jasad putrinya di TPU Gunung kendeng Cijaku selanjutnya merekapun kembali menuju Jakarta.

Beberapa hari kemudian, kuburan yang ditemukan warga membuat penasaran bahkan meresahkan hingga akhirnya memutuskan untuk melapor ke Polsek Cijaku melalui Ati Rohayati Aparat Desa Cipalabuh

Tersangka kini diamankan Kepolisian Resort Lebak atas tindak pidana pembunuhan atau kekerasan fisik terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia, sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHP dan atau pasal 80 ayat (3) dan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

 

 

Pewarta : Ubay Pol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *