Memprihatinkan, Gaji Guru di MA Annizhomiyya sudah Enam Bulan tidak dibayar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Sejumlah Guru di MA. Annizhomiyyah Jaha, di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang Banten mengaku sudah 6 bulan sejak April 2020 gajinya belum dibayarkan.

Salah satu guru yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah tidak menerima gaji sejak 6 bulan yang lalu. Padahal ia harus tetap melakukan kegiatan belajar mengajar baik tatap muka atau pun jarak jauh dengan siswa dengan di ship.

Ia pak, sejak Bulan April lalu sampai sekarang Bulan September saya belum menerima honor, terang sang guru ke mitrapol.com melalui pesan smsnya. Rabu (16/09/20).

6 bulan sudah tidak terima uang honor dari sekolah MA. Annizhomiyyah Jaha padahal anggaran/uang bos selalu cair. Apa kepala sekolahnya yang tidak ada niat dan berusaha  untuk mensejahterakan guru-guru ?, tegasnya.

Kami memiliki keluarga, kami jika tidak mencari rejeki lain kehidupan keseharian kami sudah seperti apa!.kami sangat membutuhkan perhatian Dinas terkait untuk meninjaklanjuti apa yang kami rasakan para guru honor disekolah ini, tambahnya.

Saat dikonfirmasi untuk mempertanyakan informasi ini, Kepala Sekolah MA. Annizhomiyyah, Eneng Jumkuriah S.pd, sampai pemberitaan ini ditayangkan tidak membalas atau tidak mau memberikan hak jawabnya.

Di tempat terpisah, Royen Siregar Ketua LSM SANRA (Sayap Amanah Nusantara) DPW Banten mengomentari masalah ini,”Perlu ada tindakan cepat dari Kemenag untuk memperhatikan hak para guru honor di sekolah MA. Anizhomiyyah, karena mereka perlu untuk menghidupi kebutuhan keluarganya, apalagi ditengah-tengah covid-19 ini,” ujarnya.

Dikatakan Royen, Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama memastikan bahwa selama pemberlakuan pembelajaran Jarak Jauh saat ini, honorarium di Sekolah dan Madrasah bagi para guru honorer diprioritaskan untuk dibayarkan secara penuh melalui dana BOS.

Untuk guru non PNS yang mengajar di sekolah swasta, biasanya diberikan upah menurut kontrak yang ditandatangani guru dengan yayasan tersebut. Kontrak tersebut yang kemudian menjadi payung hukum sistem pengupahan gaji guru swasta. Namun demikian pemerintah saat ini berencana membuat regulasi yang mengatur standar pengupahan guru non PNS, paparnya.

Guru honorer ini juga manusia yang jelas-jelas diperhatikan pemerintah melalui dana BOS, dana BOS selalu dikucurkan,memprihatikan sekali jika sampai 6 bulan honor guru di MA. Anizhomiyyah belum dibayarka,patut diduga dikemanakan dana BOSnya?, tegas Royen.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad, mengatakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19 Tahun 2020 mencabut ketentuan pembayaran honorarium guru paling banyak 50 persen dari total dana BOS yang diberikan ke sekolah.

Pak hamid pada tanggal 25 April menegaskan “Batasan persentase yang selama ini diatur (dalam aturan sebelumnya) dilepas semua. Kita serahkan ke kepala sekolah untuk mengatur penggunaannya sesuai keperluan sekolah.Hal ini untuk menjamin agar guru honorer yang bekerja di masa pandemi tetap diberi honor sesuai haknya.

Untuk sekolah MA. Annizhomiyyah patut dipertanyakan dan segera diaudit oleh Dinas Pendidikan dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Pandeglang.

Kepala Sekolah selaku yang dipercayakan di Yayasan MA. Anizhomiyyah seharusnya bisa memberikan hak jawabnya, sebagai control sosial kita membutuhkan informasi akurat, jangan mendiam membisu seakan tidak mengetahui apa yang dirasakan oleh para guru honor di sekolah itu, pungkasnya.

 

 

TIM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *