6 bulan belum bayar honor Guru, Kepsek MA. Annizhomiyyah : Uangnya belum mencukupi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Ramainya pemberitaan di Media tentang Sekolah MA. Annizhomiyyah dengan judul “Memprihatinkan, Gaji Guru di MA Annizhomiyya sudah Enam Bulan tidak dibayar” Kepala sekolah MA. Annizhomiyyah Eneng Jumkuriah.Spd, melalui pesan whatsappnya memberikan komentarnya.

“Waalaikumsalam, pak maaf saya baru baca WA bapak tadi pagi, emang belum bisa kami bayarkan, seperti saya kabarkan ke bapak kemarin-kemarin, Uangnya belum mencukupi, Dana BOS periode Juli- Desember belum cair, mohon maaf terima kasih,” tullisnya. Jumat (19/09/20).

Saat ditanyakan lebih lanjut terkait penggunaan Dana BOS yang tidak mencukupi, sang kepsek hanya menjawab,”Saya tidak bisa ngobrol banyak degan bapak, mohon maaf, Doakan saja ya pak, saya sedang sakit,” jawabnya.

Royen siregar selaku ketua LSM SANRA (Sayap Amanah Nusantara) DPW Banten menyikapi hak jawab dari kepala sekolah yang seakan menutupi sesuatu terkait penggunaan anggaran dana BOS di MA. Annizhomiyyah Jaha ini.

Royen menegaskan bahwa tujuan khusus dana BOS adalah untuk membebaskan pungutan dan meringankan beban siswa,bagi SD atau SMP yang sudah terdaftar dalam sistem data pokok pendidikan dasar dan menengah (dapodikdasmen) ketentuan penggunaan dana bos Dalam Juknis BOS yang tertera dalam bab V lampiran Permendikbud No.1 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Tehknis Bantuan Operasional Sekolah merupakan panduan dan pedoman bagi penyelenggara BOS agar dapat di pertanggungjawabkan secara transparan kepada pihak lain di luar sekolah.

Sehubungan dengan dunia pendidikan pemerintah terus menerus meperhatikan sekolah sekolah,salah satu contoh melalui dinas pendidikan yaitu dana bos.Bantuan operasional sekolah(BOS) adalah program pemerintah untuk penyediaan pendanaan biaya bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksanaan program wajib belajar, terangnya.

Kepala sekolah mengatakan Uangnya belum mencukupi, Dana BOS periode Juli – Desember belum cair, trus yang periode April – Juni kemana? tegas Royen, sedangkan para guru MA. ANnizhomiyyah ini sudah 6 bulan belum dibayarkan, dari April -September, kan kasihan !, lanjutnya.

Dari hak jawab ibu Kepala Sekolah ini berarti dari cairnya BOS April -Juni sudah jelas donk bisa membayar honor para guru untuk bulan April – Juni, paparnya lagi.

Padahal sudah sangat jelas dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad yang mengatakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 19 Tahun 2020 mencabut ketentuan pembayaran honorarium guru paling banyak 50 persen dari total dana BOS yang diberikan ke sekolah.

Pada 25 April lalu Hamid sudah menegaskan, Batasan persentase yang selama ini diatur (dalam aturan sebelumnya) dilepas semua. Kita serahkan ke kepala sekolah untuk mengatur penggunaannya sesuai keperluan sekolah.Hal ini untuk menjamin agar guru honorer yang bekerja di masa pandemi tetap diberi honor sesuai haknya.

Jadi dengan apa yang dirasakan para guru di sekolah MA. Annizhomiyyah sebenarnya saya merasa kasihan, apa memang ada yang ditutup-tutupi oleh seorang Kepala Sekolahnya atau beliau tidak memahami aturan yang sudah ditegaskan, dan anggaran Dana BOS ini sebenarnya dikemanakan? Apakah beliau sebagai Kepsek hanya sebagai Robot saja di yayasan tersebut ?, ini patut diduga dan yang jelas penggunaan dana BOS tersebut harus transfaran.

Dari informasi yang saya dapatkan, bahwa ibu Kepsek ini memiliki yayasan PAUD juga, beliau enak ada anggaran BOP untuk PAUD, nah ini guru yang MA. Annizhomiyyah ini sudah 6 bulan belum dibayarkan, mereka mau makan apa, imbuh Royen.

 

 

Pewarta : Rapeng

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *