Diduga limbah Rumah Sakit Permata Hati Kota Metro cemari Sumur warga

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro  Lampung – Warga Seminung Kelurahan Yosorejo Kecamatan Metro Timur Kota Metro beberapa bulan ini resah akibat sumur yang biasa dikonsumsinya berbau. Tidak bisanya air sumur itu dipergunakan karena diduga tercemar oleh limbah cair dari Rumah Sakit Permata Hati

Air sumurnya jernih, tapi berbau, diduga ada kebocoran IPAL (Instilasi Pembuangan Air Limbah), itu yang di ungkapkan oleh Farida Elia salah satu warga yang rumahnya berdampingan langsung dengan Rumah Sakit Permata Hati.

“Sumur kami sekarang tidak bisa diminum, airnya sih jernih, tapi berbau obat. Kemungkinan ada kebocoran dari instalasi pembuangan air limbah dari Rumah Sakit Permata Hati,” ungkap Farida kepada Mitrapol, Minggu (20/9/2020).

Ditambahkannya,”Selain bau obat, air sumur ada binatang seperti cacing merah. Kami takut jika di masak atau diminum akan ada dampak yang timbul. Kami sudah menyampaikan hal ini kepada pihak kelurahan dan pihak Rumah Sakit melalui humasnya, tapi tidak ada tanggapan. Oleh karena itu permasalahan ini akan kami tempuh melalui jalur hukum, kami minta keadilan,” tambahnya.

Secara terpisah, Kuasa Hukum warga Seminung, Angga Dian Permata, SH dan Haditia Agustan, SH menjelaskan bahwa ada beberapa warga yang sangat terdampak dari pencemaran yang diduga berasal dari Rumah Sakit Permata Hati Kota Metro.

“Ada sembilan warga RT 01, Seminung, Kelurahan Yosorejo Metro Timur yang tercemar air sumurnya yang diduga berasal dari IPAL RS. Permata Hati yang kemungkinan mengalami kebocoran. Selain itu, ada hal yang penting bahwa RS. Permata Hati diduga tidak mengantongi izin lingkungan. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut kelangsungan hidup warga masyrakat sekitar,” jelas Angga.

Menurut Angga, pihaknya telah mengambil langkah awal atas laporan warga Seminung kepada RS. Permata Hati.

“Kami telah mengirimkan surat somasi kepada pihak RS. Permata Hati terkait limbah maupun surat izin lingkungan, tapi belum ada balasan. Perlu diketahui ini sebagai langkah awal, kita akan membawa persoalan ke penegak hukum sampai persoalan ini dapat diselesaikan,” tutup Angga.

 

 

Tim

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *