Pasukan Katak Satgas Perisasi Sakti XX Pangkalan TNI AL Nunukan berhasil amankan kurir narkotika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Pasukan Elit TNI AL berhasil menangkap Syamsuddin (36) warga Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan diduga sebagai kurir sabu kelas Kakap anggota jaringan Lapas Nunukan. Minggu (20/09/2020)

Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Anton Pratomo menyampaikan bahwa seorang kurir narkoba bernama Syamsuddin terlihat pasrah saat sejumlah petugas dari Tim Second Flat Quick Respon (SFQR) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) Satgas Perisai Sakti XX Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Nunukan Kalimantan Utara mencegat mobil yang dikendarainya dan menemukan paket narkotika golongan I Jenis sabu sabu.

Lanjut Letkol Laut (P) Anton Pratomo, Syamsuddin adalah petani Rumput Laut yang diduga dimanfaatkan sebagai kurir narkoba oleh oknum narapidana yang ada di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nunukan.

“Dia adalah petani Rumput Laut, dia tinggal di Mansapa Nunukan Selatan tidak jauh dari Lapas Nunukan dan diduga dijadikan kurir untuk mengirim narkoba jenis sabu sabu seberat 50 gram ini,” ujar Anton, Minggu (20/9/2020).

Penangkapan bermula dari informasi intelijen pada Sabtu 19 September 2020 sekitar pukul 12.45 Wita.

Tim gabungan SFQR dan Kopaska Lanal Nunukan lalu merespons dengan melakukan pengintaian dan akhirnya menggagalkan transaksi tersebut.

Anton menuturkan, Syamsuddin mendapat telepon dari oknum napi dalam Lapas Nunukan yang menawarinya pekerjaan sebagai kurir narkoba.

Semua fasilitas sudah disiapkan sampai mobil operasional untuk mengantar paket sabu dimaksud.

Sesuai keterangan yang disampaikan saat diinterogasi, Syamsuddin menyebut bahwa dia disuruh untuk mendistribusikan narkoba ke orang tidak dikenal.

Masih menurut Syamsuddin, dirinya disediakan sebuah mobil yang di dalamnya sudah tersedia Paket narkoba di depan Lapas tanjung Harapan.

Jadi dia syamsuddin tinggal mengantar saja, pas dia jalan, pelaku langsung diamankan oleh Pasukan Khusus dari Lanal Nunukan.

Menurur Anton Pratomo, sebagai catatan, operasi pengamanan tidak akan berhenti meski saat ini masih pandemi Covid-19.

“Kami segera serah terimakan ke Satreskoba Polres Nunukan untuk tindak lanjut pengembangan, karena ini pelanggaran UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Danlanal Nunukan kepada Wartawan saat memberikan Keterangan Pers di Markas Besar Lanal Nunukan.

 

 

Pewarta : Yuspal

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *