Penerima BST di Mimika dipangkas, sejumlah Warga protes

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Penyaluran dana bantuan sosial tunai BST di Kabupaten Mimika, Papua diduga sarat kepentingan. Hal ini terlihat dari pembagian BST Tahap ke-6 yang berlangsung pada Senin, (21/9/20).

Bagaimana tidak, sejumlah warga Timika yang sejatinya sudah terdaftar sebagai penerima bantuan BST oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan protes karena tiba-tiba mereka ditolak sebagai penerima BST tahap ke-6 oleh pihak juru bayar dalam hal ini Kantor Pos Timika. Padahal menurut mereka sejak BST tahap 1 hingga tahap 5 selalu diterima.

“Sudah 5 bulan kami terima BST. Tapi sekarang tidak bisa lagi dengan alasan kami sudah terima bantuan lain. Padahal kami tidak pernah terima bantuan selain BST selama ini,” kata seorang Ibu penerima BST yang enggan menyebutkan namanya untuk diekspose.

Ditempat yang sama, warga lainya yakni S menambahkan, Ia sudah menunggu bantuan senilai Rp.300ribu tersebut dari pukul 09:00 sampai pukul 16:30 wit.

“Saya datang dengan mama dari jam 9 pagi sampai 5 sore ini. Kami disuruh ke kantor kelurahan urus data, kemudian ke kantor distrik dan naik ke dinas sosial terus balik lagi dikantor pos ini,” kata S kepada MITRAPOL pada Senin, (21/9/20).

Dijelaskan, di Dinas Sosial, Ia bersama rekan lainya diberikan Surat Pemberitahuan Penerima BST. Namun didalam surat tersebut. Telah diberi kode dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya telah diubah oleh pihak Dinas Sosial.

“Aneh, nomor NIK kami diganti dengan tulisan tangan. Dan nomornya tidak sesuai dengan KTP kami, selanjutnya kami disuruh serahkan ke kantor pos, dan jawaban dari kantor pos bahwa tidak tercatat di sistim. Kami bingung,” tutup S.

Warga lainya yakni Joni meminta agar pihak juru bayar BST menjelaskan penghentian sejumlah warga sebagai penerima BST tahap ke-enam.

“Harusnya dari awal dilarang. Bukan sudah terima baru kemudian disetop begitu saja. Alasan apa mereka dikasih putus tanpa merilis data yang jelas. Kalau dibilang sudah terima bantuan lain, ya dijelaskan bantuan apa dan datanya dimana. Kami menduga ini ada permainan,” pungkasnya.

Setelah menunggu cukup lama, sekitar 10 orang itu kemudian diberikan nomor seluler milik seorang Pendamping Bansos Pangan Non Tunai oleh pihak Kantor Pos untuk dihubungi. Dan setelah dibubungi ternyata dana BST yang ditunggu-tunggu akan diganti dan disalurkan dalam bentuk pangan non tunai.

Niko selaku Ketua Kordinator Juru Bayar BST kepada MITRAPOL mengatakan, pihaknya melakukan pembayaran berdasarkan data yang diberikan Dinas Sosial Pusat.

“Kami hanya bisa bayar sesuai data yang diberikan dinas sosial pusat. Menurut dinas sosial, ada yang dikurangi ditahap ke-enam ini, karena sebagian warga telah dialihkan untuk menerima bantuan lain,” kata Niko kepada MITRAPOL disela-sela melakukan penyaluran BST, Senin,(21/9).

Diketahui, Kementerian Sosial telah mengucurkan Anggaran BST tahap 1,2 dan 3 dengan jumlah kisaran lebih dari Rp.10 miliar dengan target disalurkan kepada 6.022 orang warga Mimika, dengan rincian per orang menerima Rp.600 ribu tiap tahap.

Sedangkan jumlah anggaran untuk tahap 4 hingga 6 yang dikucurkan hampir Rp.6 Miliar dengan pembagian per orang Rp.300 ribu tiap tahap.

“Untuk dana sisa tahap 1, 2 dan 3 kemarin cukup besar. Kami (Kantor Pos-red) sudah serahkan secara kolektif kepada para Kepala Kampung dan selanjutnya mereka yang bagikan dana sisa itu kepada masyarakat. Hal ini karena kami sulit menjangkau wilayah yang jauh,” terangnya.

Dirinya menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan pengelolaan dana sisa untuk tahap 4 hingga 6 yang sedang berjalan.

“Kami belum dapat info, apakah dana sisa tahap 4,5 dan 6 nanti bagaimana. Apakah akan dikembalikan ke pusat atau dibayarkan seperti kemarin,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Pendamping Bansos Pangan Non Tunai, Jefri ketika dikonfirmasi via seluler menyebutkan, sebanyak 9 orang penerima BST itu dialihkan menerima bantuan sosial pangan non tunai.

“Mereka mungkin sudah diusulkan beberapa waktu lalu untuk dialihkan menerima bantuan pangan. Saya hanya terima data saja. Dan yang akan mereka terima berupa Beras 10 kg, Ayam, dan Telur,” terang Jefri.

Bantuan Sosial Tunai (BST) bersumber dari Kementrian Sosial Republik Indonesia ini diberikan kepada masyarakat berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan tujuan agar membantu warga yang terdampak Pandemi Covid-19.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *