Pengadilan Tinggi Medan vonis mati Tiga terdakwa pembunuh Hakim Jamaluddin

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Pengadilan Tinggi (PT) Medan memperkuat putusan pidana mati terhadap Zuraida Hanum (41), dan memperberat hukuman M Jefri Pratama alias Jefri (42) dan M Reza Fahlevi (28), menjadi pidana mati, karena terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap hakim PN Medan, Jamaluddin.

Sumber, laman mahkamahagung.go.id, putusan banding terhadap ketiga terdakwa dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Ronius SH dengan up anggota, Purnowo Edi Santosa SH, dan Kosbin Lumban Gaol SH, Kamis 10 September 2020.

“Menjatuhkan pidana kepada  terdakwa M Jefri Pratama SH alias Jefri oleh karena itu dengan pidana  mati,” demikian tertera pada salinan putusan No 1249/Pid/2020/PT MDN yang dimuat di website Mahkamah Agung, Senin (21/9/2020).

Disebutkan, putusan majelis hakim PN Medan untuk terdakwa Zuraida Hanum diperkuat. Pada putusan perkara 1251/Pid/2020/PT MDN tertulis, menguatkan, putusan PN Medan Nomor 907/Pid.B/2020/PN Mdn tanggal 1 Juli 2020.

Ketiganya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama sesuai dakwaan primair penuntut umum. Ketiganya dijerat Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Perlu diketahui, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, menghukum Zuraida Hanum dengan hukuman mati, Jefri hukuman penjara seumur hidup dan Reza dihukum 20 tahun penjara.

Sesuai dakwaan, semula terdakwa Zuraida Hanum, isteri hakim Jamaluddin menyampaikan keluhannya kepada teman dekatnya terdakwa Jefri Pratama, tentang sifat korban yang kasar, pemarah dan sering melontarkan penghinaan serta memiliki wanita lain.

Sesudahnya keduanya sering bertemu di cafe-cafe di bilangan jalan Ringrood Medan. Hasil pertemuan itu, keduanya sepakat untuk membunuh korban. Kemudian, terdakwa Jefri menghubungi adiknya satu ayah lain ibu, yakni terdakwa Reza untuk membantu menghabisi korban.

Kamis 28 Nopember 2019, sekira pukul 18.55 Wib, terdakwa Zuraida menjemput Jefri  dan Reza ke Graha Johor, Medan Johor dengan menggunakan mobil Camry warna hitam No Pol. BK 78 ZH.

Kemudian keduanya dibawa Zuraida ke rumahnya di perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kel. Gedung Johor Kec. Medan Johor, Medan.

Lalu, Zuraida langsung menyuruh keduanya naik ke lantai tiga, menunggu kedatangan korban. Tak perlu ditunggu, rupanya korban sudah berada di dalam rumah. Berjalan waktu, korban dan terdakwa Zuraida tidur di lantai 2.

Melihat korban sudah tidur, kira- kira pukul 01.00 Wib dinihari, Zuraida miscall Jefri dan Reza agar turun ke lantai 2, tepatnya ke kamar korban.

Setelah masuk, Jefri langsung duduk di perut korban dan menutup wajah korban dengan bantal.  Reza ikut membantu menekan bantal, sedangkan Zuraida memegang kaki korban.

Selang beberapa lama korban sudah tak bergerak dan tewas. Kemudian ketiganya sepakat untuk membuang mayat korban di Perladangan Kebun Sawit di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame Kec. Kutalimbaru Kab. Deli Serdang.

 

 

Pewarta : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *