Pemkab Mimika resmi perpanjang masa New Normal, Aktifitas dibatasi sampai Jam 9 malam

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama Forkopimda secara resmi menetapkan memperpanjang masa new normal Covid-19 di Mimika, Papua. Parpanjang New Normal ditengah pandemi Covid-19 disepakati dan ditandatangani bersama melalui Surat Kesepakatan Bersama Nomor : 443.1/1233 Tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Covid-19.

Rapat berlangsung di Hotel Grand Mozza Timika pada Rabu (23/9) Malam. dipimpin langsung oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng, SE,.MH dan dihadiri Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos,.MM beserta seluruh Forkopimda.

“Hari ini ditetapkan perpanjangan tatanan kehidupan baru atau New Normal. Dimana aktifitas diijinkan mulai jam 6:00 sampai dengan jam 21:00wit,” kata Jubir Pokja Covid-19 Mimika, Reynold Ubra saat jumpa Pers usai rapat berlangsung.

Reynold menjelaskan, keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan dimana melihat perkembangan penyebaran pandemi Covid-19 di Kabupaten Mimika.

“Jumlah kasus Covid-19b di Mimika terhitung tanggal 19 Agustus 2020 hingga hari ini atau selama fase new normal tahap keempat kemarin meningkat 15 kali, jauh lebih tinggi dibandingkan fase-fase sebelumnya,” ujarnya.

Yang kedua lanjutnya, angka kematian dalam 30 hari rata-rata hampir terdapat dua kasus perhari. Baik bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 maupun PDP. Kemudian rata-rata pasien Supect ataupun PDP terkonfimasi positif Covid-19 diatas 30%.

Untuk diketahui, berikut Poin-Poin yang disepakati dan telah ditandatangani bersama untuk selanjutnya diterapkan ditengah masyarakat diantaranya :

Perpanjangan new normal di Mimika berlaku selama 14 Hari, terhitung sejak tanggal 24 September sampai dengan 7 Oktober 2020.

Aktifitas masyarakat diluar rumah dapat berlangsung mulai pukul 06:00 s/d 21:00 wit dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Tempat-Tempat Hiburan Malam (THM) dan rumah bernyanyi beroperasi pukul 06.00 s/d 21.00 WIT.

Aktivitas persekolahan/perkuliahan tetap menerapkan belajar dari rumah sampai ada petunjuk lebih lanjut.

Fasilitas publik seperti kantor, tempat peribadatan, pasar, mall, toko, kios, restoran, dan hotel beroperasi sesuai dengan protokol kesehatan.

Untuk semua pengelola hotel, tidak diperbolehkan menyediakan makan/minum di restoran (hanya bisa pesan dari luar atau dari kamar hotel)

Khusus untuk fasilitas pasar tradisional, hanya terpusat di pasar sentral.

Fasilitas ruang pertemuan/rapat-rapat, resepsi pernikahan, pesta, dan kegiatan lainnya, maksimal diisi 50% orang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan wajib mendapat rekomendasi dari Kelompok Kerja (Pokja) COVID-19.

Alat transportasi roda empat ke atas tidak boleh bermuatan lebih dari 50% penumpang.

Para pengemudi ojek dapat melakukan aktivitasnya dengan wajib menerapkan protokol kesehatan, yaitu wajib menggunakan helm standar yang memiliki penutup plastik bening, menggunakan masker, samng tangan dan membawa hand sanitizer.

Untuk masyarakat/penumpang yang menggunakan jasa ojek, wajib membawa helm sendiri yang memiliki penutup plastik bening dan menggunakan masker;

Penerbangan pesawat komersil/penumpang dapat beroperasi normal namun disesuaikan dengan kesiapan pelayanan di bandar udara.

Masyarakat yang melaksanakan perjalanan orang dengan kendaraan pribadi bertanggungjawab atas kesehatannya masing masing, serta tunduk dan patuh pada protokol kesehatan.

Setiap masyarakat yang melakukan perjalanan orang dengan transportasi umum darat, perkeretaapian, laut dan udara harus memenuhi persyaratan :

1) Menunjukan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).

2) Menunjukan surat keterangan uji Rapid Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 14 (empat belas) hari.

3) Menunjukan surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh dokter Rumah Sakit atau Puskemas bagi darmerah yang tidak memiliki Rapid Tes.

4) Memperketat pengawasan di pintu masuk Bandara dan Pelabuhan serta melakukan pemeriksaan Rapid Tes bagi pelaku perjalanan yang menggunakan jasa angkutan udara/ penerbangan.

Pelaku perjalanan menggunakan angkutan laut/pelayaran yang masuk ke Kabupaten Mimika, wajib membawa surat keterangan non reaktif hasil uji Rapid Test dari daerah asal dengan masa berlaku 14 (empat belas) hari, bila tidak membawa surat keterangan uji Rapid Test, maka setibanya di Mimika wajib menjalani Rapid Test atas biaya sendiri, bila terbukti reaktif, maka akan diisolasi di tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika.

Khusus untuk masyarakat dan karyawan PT Freeport Indonesia di Distrik Tembagapura dan yang melakukan perjalanan orang ke Timika wajib menunjukkan surat keterangan non reaktif hasil uji Rapid Test dengan masa berlaku 14 (empat belas) hari.

Bagi setiap orang yang terkonfirmasi positif COVlD-19 tidak diperkenankan melakukan isolasi mandiri di rumah, kecuali atas rekomendasi dari Satgas COVID-19.

Aktivitas perkantoran pemerintah maupun swasta maksimal diisi 25 % (dua puluh Iima persen) pegawai dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, dan 75 % (tujuh puluh lima persen) lainnya bekerja dari rumah atau workfi‘om home;

Jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Honorer dimulai pukul 08.00 WIT s/d 13.00 WIT.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *