Pungli dan Premanisme ganggu Proyek Strategis Pelabuhan Patimban Subang

  • Whatsapp
Ilustrasi google

MITRAPOL.com, Subang Jawa Barat – Disaat pendemik Covid-19 ini, peluang usaha begitu sulit, bila ada pun provit keuntunganya sangat tipis, tapi dari pada tidak ada sama sekali, mendingan dijalanin saja.

Salah satu usaha yang masih jalan adalah Pengangkutan Pasir Urug untuk Pelabuhan Patimban Subang. Namun dari proyek ini pun para pelaku usaha ini semuanya menjerit.

Dari hasil konfirmasi tim Redaksi dengan beberapa pelaku usaha, mereka menjelaskan untung dari pengangkutan Pasir Urug ini tidak besar, paling berkisar antara Rp 40 000 s/d Rp 60.000/Rit, tergantung hasil timbangan di Pelabuhan.

Para pelaku usaha ini mengeluh dan menjerit karena adanya pungutan liar atau Pungutan Paksa yang dilakukan Ormas yang mengatas namakan Karang Taruna sebesar Rp 20.000. di 2 (Dua) Desa yaitu Desa Sidamulya dan Sidajaya Subang Jawa Barat.

Ormas yang mengatasnamakan Karang Taruna ini melakukan modus memaksa para pelaku usaha membayar setiap mereka lewat, apa bila tidak diberi, Sopir yang membawa pasir itu akan mengalami kekerasan, seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu pada salah seorang Sopir angkutan yang menolak memberikan uang jago.

Selain mengancam dengan kekerasan, apa bila tidak dipenuhi permintaanya, mereka memblokir jalan seolah-olah jalan itu milik mereka pribadi. Pola-pola ini jelas merupakan suatu pemaksaan dan Premanisme yang tidak boleh dibiarkan berkembang di Masyarakat.

Namun sayangnya walaupun hal ini sudah diketahui umum, sepertinya aparat setempat seperti Polsek, Polres, Aparat Desa dan aparat keamanan lainnya terkesan diam dan ada pembiaran.

Masyarakat setempat berharap Proyek Patiban Subang yang akan menjadi Pelabuhan Laut Internasional Terbesar se-Asia Tenggara dan menjadi kebanggaan warga Jabar ini bisa bersih dari ulah oknum-oknum tertentu yang melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji yang akan menghabat proses pembangunannya.

 

 

Red

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *