Pledoi perkara 25 butir ekstasi, PH tuding JPU “Ninna tu Ninna”

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Persidangan perkara dugaan kepemilikan ekstasi 25 butir atas nama terdakwa Husen Syukri kembali digelar dengan agenda mendengar notabelaan (pledoi) Penasehat Hukum (PH) terdakwa.

Advokat Arizal, selaku PH dengan tegas mengatakan dalam persidangan virtual di ruang Cakra-2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/9/2020),  jika nota tuntutan JPU tanpa memiliki fakta tentang keterlibatan Husen Syukri.

“Apa yang diungkapkan jaksa dalam nota tuntutan hanya, katanya-katanya. Makanya, pledoi ini saya beri judul ‘ Ninna tu Ninna ‘  yang artinya dalam bahasa Batak, katanya-katanya,”  urai Arizal dengan suara lantang, sedikir serak.

Selain itu, Arizal mengatakan jika kliennya dikriminalisasi. Sejak awal, dari tingkat penyidikan telah cacat hukum, apalagi penetapan tersangka kepemilkan 25 butir ekstasi, berdasarkan keterangan M. Amin dan Tri Utari (terdakwa, sidang terpisah).

Usai pembacaan pledoi, majelis hakim diketuai Syafril Batubara memberikan kesempatan pada terdakwa Husen Syukri untuk menyampaikan nota belaan pribadinya.

Terlihat dari monitor jika Hussn Sukri juga cukup sengit menyampaikan uneg-unegnya dan meminta majelis hakim untuk bersikap adil.

“Hukum saya seberat-beratnya, kalau saya salah, namun kalau saya tak bersalah tolong dibebaskan,” ungkapnya.

Majelis hakim  menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengar tanggapan JPU atas pledoi PH terdakwa.

Perlu diketahui, Husen Syukri dituntut JPU Candra Naibaho, 10 tahun penjara, terkait kepemilikan  ekstasi sebanyak 25 butir.

Dalam perkara yang sama, berkas terpisah, M. Amin dan Tri Utari, dituntut sedikit lebih rendah, masing-masing 8 tahun 6 bulan penjara.

Selain itu, ketiganya juga dikenai denda masing-masing Rp 10 milyar, subsider 6 bulan kurungan. Ketiganya melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009.

Keterlibatan Husen Syukri berdasarkan  keterangan dari terdakwa M Amin dan Tri Utari yang ditangkap pada 4 Maret 2020 dinihari di Jalan Mongosidi Medan.

 

 

Pewarta : ZH

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *