Diduga akibat kelalaian perusahaan, buruh tambang alami kecelakaan kerja

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pesawaran Lampung – Diduga akibat tidak diterapkannya standar kerja bidang pertambangan sesuai ketentuan, telah terjadi kecelakaan kerja di areal Perusahaaan Pertambangan PT. Napal Umbar Picung (NUP) yang berada di Desa Babakan Loa, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Dugaan tidak diterapkannya standa kerja terlihat dari pantauan awak media di lapangan diantarannya penggunaan Safety Shoes, nyaris semua pekerja tambang tidak menggunakan Safety Shoes bahkan ada yang tak beralas kaki, juga Helm pelindung, Baju pengaman kerja serta pengaman stek di lubang nyaris tidak memenuhi standar dan terkesan asal-asalan.

Kejadian kecelakaanya sendiri terjadi di bulan Agustus 2020 yang lalu, dimana Suyantok bin Amri (45) salah seorang pekerja tambang di PT. NUP, warga Dusun Telaga Sari, Desa Babakan Loa, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran terpeleset saat menginjak anak tangga di lubang tambang sehingga terjatuh kedalam lubang sedalam 7 meter.

Akibat kecelakaan tersebut, Kaki kiri korban mengalami patah dibagian tulang kering, insiden kecelakaan ini terjadi karena penambangan memakai sistim Under Ground Mining dimana penambangan dilakukan dengan melakukan penggalian dikedalam tanah sehingga membuat terowongan dengan kedalaman tanah menyampai ratusan meter bahkan ada pula yang mencapai lebih dari 2 Km.

Suryanto, korban kecelakaan saat di temui Ketua DPD BAIN HAM Kabupaten Pesawaran

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. NUP sebagai kepala teknik tambang yang bertanggung jawab di areal tambang saat ditemui awak media mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui insiden yang menimpa pekerja tambang atas nama Suyanto, dirinya baru mengetahui dari informasi yang disampaikan wartawan mitrapol.

Alasan ketidak tahuan dari seorang Kepala Teknik Tambang selaku penanggungjawab lapangan adanya sebuah kecelakaan seolah-olah menutup-nutupi kejadian tersebut, Sang kepala Teknik terkesan Hendro menutupi kejadian dengan mengatakan tidak ada insiden kecelakaan yang terjadi di areal PT. NUP, namun setelah ditujukan fhoto korban dan rekaman suara korban baru lah ia percaya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada itikad baik dari pihak perusahaan untuk bertanggung jawab atas insiden yang menimpa Suyanto, hanya perhatian dari rekan dan Kepala Tim Lubang yang memberikan bantuan.

Di tempat terpisah, Ketua DPD BAIN HAM (Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia) Kabupaten Pesawaran Doni Alponco sangat menyayangkan dan mengutuk keras atas ketidak pedulian perusahaan dan kelalainya dalam menjalankan eksploitasi penambangan dengan tidak mengutamakan keselamatan kerja yang layak bagi pekerja tambang.

Menurut Doni Alponco, dengan cara perekrutan karyawan dengan status tidak jelas, hal ini tidak bisa di diamkan terus menerus, ada perampasan hak asasi di sini, kita akan pelajari hak-hak pekerja dan kewajiban perusahaan selama ini kepada masyarakat.

Dimana banyak masyarakat yang dirugikan dengan sistem dan cara kerja yangn dianut oleh perusahaan, bila perlu kita bawa ke ranah hukum.

“Kepada pihak yang berwenang, terkait masalah kecelakaan dan kelalaian perusahaan ini agar segera meninjau ulang ijin dan perijinannya, saya akan segera berkordinasi dengan instasi terkait,” ujarnya dengan nada geram.

 

 

Pewarta : Deni Wijaya

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *