Diduga terkait beredarnya Video Mesum, EO Pejabat Tinggi Mimika diperiksa Penyidik Polda Papua

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Beredarnya Video Mesum berdurasi 18 Detik yang melibatkan mantan anggota DPRD Mimika berinisial MM kini berbuntut panjang.

Hingga kini, Penyidik Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Papua diketahui telah memeriksa seorang pejabat penting dari Kabupaten Mimika, Papua pada Kamis (24/9) kemarin.

Pejabat tersebut berinisial EO diduga turut serta dalam menyebarluaskan video adegan Syur tersebut.

Sebelum EO diperiksa, berdasarkan Rilis Humas Polda Papua, EO diketahui dua kali mangkir dari panggilan Polisi dengan alasan sedang pemeriksaan kesehatan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal dikonfirmasi MITRAPOL, Jumat, (25/920) membenarkan pemeriksaan terhadap EO.

“Iya, benar kemarin (EO diperiksa-red). Masih sebagai saksi,” kata Kombes Kamal kepada MITRAPOL melalui WhatsApp singkat Jumat, (25/9).

Humas Polda Papua sebelumnya telah merilis perkembangan penanganan kasus tersebut, dimana penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi yang merupakan admin dari 2 group yang turut mendapat penyebaran video mesum tersebut.

Hingga saat ini, Penyidik Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Papua menetapkan satu orang tersangka berinisial AZHB alias Ida (23). Tersangka dijerat dengan Pasal Tindak Pidana Pornografi Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Jo Pasal 4 Ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Selain itu, Penyidik Ditreskrimsus Polda Papua juga memanggil 3 orang saksi untuk mengetahui siapa dalang dari sebaran video esek-esek tersebut, ketiga orang yang dipanggil dan diperiksa diantaranya, EO, FM dan PM.

Untuk penyebar video nantinya akan dikenakan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) Undang – Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebagai informasi, beberapa waktu yang lalu beredar luas secara serentak Video Panas berdurasi 18 detik di sejumlah Grup WhatsApp diantaranya;

Grup Pesparawi XIII Mimika, group Papeda-Papua Penuh Damai, group WA ASN Pemda Mimika, dan grup Papua dan Solusi.

Atas beredarnya video itu, MM kemudian melaporkan ke Polres Mimika dengan terlapor berinisial CT.

Beredarnya video tersebut menuai berbagai reaksi dan desakan dari sejumlah Tokoh Masyarakat di Kabupaten Mimika. Mereka meminta untuk pihak berwenang menghukum pelaku serta penyebar sesuai hukum yang berlaku.

Terkini, salah satu Ormas Pemuda, yakni Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Papua (AMP3) di Jakarta dikabarkan tengah bersiap menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) pada Senin (28/9) besok.

Dalam aksi itu nantinya, mereka menuntut ketegasan Polri terkait penanganan kasus dugaan tindak pidana Pornografi, dan tindak pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang terjadi di Kabupaten Mimika yang kini telah diambil alih oleh Polda Papua tersebut.

 

Repirt : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *