Dugaan Korupsi, Penyidik Tipikor Polda Papua periksa pejabat Disdikbud Mimika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Tim penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Papua melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat teras pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua terkait dugaan korupsi dana operasional pada Sentra Pendidikan Berpola Asrama SP-5 Timika Tahun Anggaran 2019.

Diantara para pejabat yang diperiksa itu salah satunya yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mimika, Jenny O Usmani yang juga saat ini menjabat sebagai Penjabat Sekda Mimika.

Pemeriksaan dilakukan di salah satu ruangan pada bagian belakang Hotel-Restoran Cenderawasih Timika, pada Jumat (25/9/20).

Salah seorang penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa Jenny O Usmani diperiksa dalam statusnya sebagai saksi.

“Masih sebagai saksi,” kata penyidik yang enggan menyebutkan namanya kepada wartawan di Timika.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika, Jenny O Usmani

Ditempat terpisah, Direktur Reskrimsus Polda Papua, Kombespol Ricko Taruna Mauruh yang dihubungi dari Timika, pada Jumat (25/9) juga enggan berkomentar terkait pemeriksaan para pejabat di lingkungan Disdikbud Mimika tersebut.

“Langsung saja ke Humas Polda mas. Kami tetap berikan informasinya ke Humas Polda,” pesan Kombes Ricko melalui WhatsApp.

Terkait kasus tersebut, Penyidik telah meminta Tim Auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Papua di Jayapura untuk melakukan audit investigasi.

Dalam waktu dekat, tim penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Papua akan melakukan gelar perkara dengan tim auditor BPKP Perwakilan Papua untuk mengetahui jumlah kerugian negara terkait pengelolaan anggaran operasional Sentra Pendidikan Berpola Asrama SP-5 Timika Tahun Anggaran 2019 yang setiap tahunnya menghabiskan dana sekitar Rp20 miliar itu.

Mencuatnya dugaan penyelewengan anggaran operasional Sentra Pendidikan Berpola Asrama SP-5 Timika Tahun Anggaran 2019 bermula ketika 23 siswa SMP dan SMA sekolah tersebut mengalami gatal-gatal usai menyantap ikan yang disediakan perusahaan penyedia katering pada Minggu (13/10/2019) silam.

Pada saat itu, puluhan siswa tersebut sempat dilarikan ke RSMM Timika untuk mendapat perawatan.

Kasus serupa juga dialami oleh 14 anak yang menghuni Panti Rehabilitasi SP-7, Distrik Kuala Kencana dan sempat dilarikan ke RSUD Mimika.

Mereka juga mengonsumsi makanan dari penyedia jasa katering yang sama.

Sehari kemudian, para siswa Sentra Pendidikan Berpola Asrama Mimika menggelar aksi penutupan ruas jalan poros SP-2 dan SP-5 Timika, tepat di depan kompleks Sentra Pendidikan Berpola Asrama SP-5.

Ny Melany Titaley selaku Direktur PT Mita Sumber Sejahtera (MSS), perusahaan penyedia jasa katering Sentra Pendidikan Berpola Asrama Mimika dan Panti Rehabilitasi Eme Neme di SP-7 Timika mengaku langsung mengirim susu dan mendatangi kedua lokasi itu untuk mengurus para korban yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit.

“Saya sendiri turun langsung ke rumah sakit Caritas (RSMM) dan RSUD. Saya harus bertanggung jawab karena mereka mengonsumsi makanan saya, jadi saya pasti bertanggung jawab,” kata Melany membela diri.

Melany mengatakan tempat usahanya juga selalu mendapat pemeriksaan rutin dari pihak berwenang, dalam hal ini Loka POM Mimika.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *