Gerakan Toba Bersih kampanyekan Adaptasi Kebiasaan Baru

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba Sumut – Komunitas Gerakan Toba Bersih bekerja sama dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) mengadakan kegiatan ‘Kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru di Kawasan Danau Toba’ dalam bentuk aksi bersih-bersih destinasi wisata selama dua hari sejak tanggal 25-26 September 2020 di Balige, Kabupaten Toba. Semangat mendukung pembangunan kepariwisataan di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba guna mewujudkan destinasi wisata yang bersih, sehat, indah dan aman di era Adaptasi Kebiasaan Baru.

Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo melalui perwakilan direktorat pemasaran pariwisata mengungkapkan, pihaknya menyambut baik inisiatif-inisiatif dari seluruh pihak yang memiliki semangat untuk mengembangkan kepariwisataan yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat di Kawasan Danau Toba.

“Kegiatan Kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru di Balige ini merupakan kali kedua setelah penyelenggaraan yang pertama di Parapat. Saya harap ini menjadi kolaborasi yang baik antara program Pemerintah dengan inisiatif komunitas lokal yang selaras untuk saling menguatkan kerjasama dalam pembangunan kepariwisataan di Danau Toba”, sebutnya saat membuka kegiatan secara resmi di Balerong Balige, Jumat (25/09/2020).

Hari pertama, kegiatan mengambil lokasi di Balerong Balige dan seputaran pusat kota Balige diwarnai dengan pantomim dari tim teaterikal yang mengisyaratkan dialog kepada masyarakat umum pentingnya menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19 dengan beradaptasi kebiasaan baru.

Pelaksanaan Gerakan Toba Bersih dilanjutkan dengan melibatkan para pelaku usaha wisata dan penampilan tortor kreasi di daerah wisata Pantai Lumban Bulbul Balige pada hari kedua, Sabtu (26/09/2020).

Patrick Lumbanradja sebagai koordinator kegiatan menjelaskan gerakan sosial yang bertujuan untuk membersihkan lingkungan di sekitar Danau Toba dilakasankan untuk memerangi masalah sampah, khususnya Sampah Plastik. “Gerakan ini juga berperan aktif dengan lahirnya Bank Sampah pertama di kabupaten Toba, yakni Bank Sampah Induk (BSI) IAS Toba,” ujar Patrick.

Aksi ini sekaligus menjadi wujud rasa syukur dimana Kaldera Toba resmi menjadi UNESCO Global Geopark baru setelah disahkan oleh sidang Executive Board ke-209, tanggal 7 Juli 2020. Sebuah pengakuan sekaligus tanggung jawab yang sungguh luar biasa bagi pemilik sekaligus yang mendiami kawasan yang memiliki kisah sungguh menakjubkan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kemenparekraf melalui BPODT menyampaikan pesan, diantaranya, Gerakan Bersih Indah Sehat Aman (BISA), Kampanye penerapan Protokol Kesehatan di era Adaptasi Kebiasaan Baru,
sosialisasi Toba Caldera UNESCO Global Geopark dan sosialisasi mengumpulkan sampah plastik bersama Bank Sampah Induk (BSI) IAS Toba.

 

Pewarta : Abdi. S

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *