Ditaksir kerugian Negara 1 Miliar, Polisi periksa 65 Orang terkait Dana Ops Sentra Pendidikan di Timika

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – Tim penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Papua telah memeriksa sebanyak 65 orang sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi dana operasional pada Sentra Pendidikan Berpola Asrama SP-5 Timika Tahun Anggaran 2019.

Pemeriksaan dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/206/VIII/Res.3.1./2020/SPKT/POLDA PAPUA, tanggal 8 Agustus 2020 dan surat perintah penyidikan nomor: sprin.Sidik/186.a/VIII/RES.3.1./2020/Ditreskrimsus, tanggal 8 Agustus 2020.

Salah satu dari 65 orang yang sudah diperiksa itu, yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mimika, Jenny O Usmani yang saat ini merangkap sebagai Penjabat Sekda Mimika.

Untuk diketahui, pada tahun 2019 lalu, sentra Pendidikan Kabupaten Mimika mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.14.183.983.592 untuk kegiatan belanja pengadaan makan minum siswa/siswi, guru, pamong asrama dan karyawan sentra Pendidikan.

Sementara jumlah anggaran yang terealisasi hanya senilai Rp.12.731.255.900,- melalui 2 Kontrak yakni, Kontrak Nomor: 082/kontrak-JL/DP/2019 tanggal 26 November 2019 senilai Rp. 8.056.673.900,- dan Kontrak Nomor: 077/kontrak-JL/DP/2019 tanggal 2 September 2019 senilai Rp. 4.674.582.000,-.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH, dalam keterangan pers secara tertulis menyebutkan, dari jumlah realisasi anggaran yang ada, terdapat kejanggalan pada realisasi kegiatan belanja makan dan minum. Dimana tak sesuai dan berpotensi merugikan uang negara senilai 1 miliar rupiah.

“Berpotensi kerugian uang negara 1 miliar. Dalam kasus ini penyidik sudah memeriksa 65 orang sebagai saksi dan barang bukti yang disita sebanyak 55 buah dokumen,” kata Kombespol Kamal dalam keterangan pers yang diterima MITRAPOL, Senin (28/9/20).

Dugaan penyelewengan anggaran operasional Sentra Pendidikan Berpola Asrama SP-5 Timika Tahun Anggaran 2019 itu bermula pada saat 23 siswa SMP dan SMA sekolah tersebut mengalami gatal-gatal usai menyantap ikan yang disediakan perusahaan penyedia katering pada Minggu (13/10/2019).

Pada saat itu, puluhan siswa tersebut sempat dilarikan ke RSMM Timika untuk mendapat perawatan.

Kasus serupa juga dialami oleh 14 anak yang menghuni Panti Rehabilitasi SP-7, Distrik Kuala Kencana dan sempat dilarikan ke RSUD Mimika.

Mereka juga mengonsumsi makanan dari penyedia jasa katering yang sama.

Sehari kemudian, para siswa Sentra Pendidikan Berpola Asrama Mimika menggelar aksi penutupan ruas jalan poros SP-2 dan SP-5 Timika, tepat di depan kompleks Sentra Pendidikan Berpola Asrama SP-5.

Dalam kasus ini pasal yang dipersangkakan pasal 2 ayat (1) dan/atau pasal 3 UU RI no. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI no. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI no. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *