Halangi tugas Pers, Kepala Biro Mitrapol Lebak bakal Polisikan terduga pelaku intimidasi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lebak Banten – Kepala Biro Media Center Mitra Polri (MCMP) Mitrapol.com Aan Nuralamsyah mengaku geram setelah mengetahui anak buahnya menerima intimidasi yang diduga sebagai suruhan oknum pengelola Proyek P3TGAI di Desa Sukamarga, Kecamatan sajra, Kabupaten Lebak Banten.

Atas kejadian tersebut, Aan Nuralamsyah mangaku bakal membawa persoalan ke ranah hukum

“Sebagai Kepala Biro mitrapol, saya tidak terima ada oknum yang menghalangi tugas jurnalis dengan bertindak arogan, Kami punya legalitas cukup jelas, Tugas Jurnalis lindungi oleh undang – undang pers. Mereka itu oknum yang harus memberi contoh baik tidak berbuat arogan seperti preman, masalah ini bakal kita laporkan ke Polisi,” tegasnya

Seperti dikatakan M Soleh, dirinya bersama tiga temannya, Buyung dari LSM LBR, Drajat dari LSM GI dan Hudri anggota Ormas GAIB saar melakukan monitoring kegiatan Proyek P3TGAI di Desa Sukamarga, Kecamatan Sajra, tiba-tiba didatangi Aos dan Alang yang dengan nada tinggi dan bahasa tidak terpuji memaki-makinya.

“Heh mau apa kalian foto-foto pekerjaan saya, gak sopan kalian, kalian gak menghargai sama sekali saya, sama saya juga dari Lembaga kalau silaturahmi bukan begini caranya,” ucapnya dengan bahasa daerah Lebak.

Lebih parah lagi, Alang meminta sebilah pisau, belati kepada temannya, kemudian Alang memaksa agar M Soleh dan Drajat menghapus poto dan rekaman dari Hp miliknya, diduga kedua oknum tersebut orang suruhan pengelola proyek P3TGAI.

“Kalau kalian mau selamat dari sini hapus foto-foto itu,” kata Alang dengan nada mengintimidasi.

Kejadian tersebut mengundang reaksi sejumlah LSM, Wartawan dan Ormas di Kabupaten Lebak yang merasa telah ditampar keras dan dipermalukan oleh perilaku buruk Alang dan Aos.

Ketua Forum Koalisi LSM, Wartawan dan Ormas Kabupaten Lebak, Yayat Ruyatna mengaku miris dengan adanya oknum LSM yang arogan dan melakukan intimidasi terhadap Wartawan, LSM dan Ormas ini

“Cara kerja Kami diatur Undang-Undang, Cara kerja LSM diperintahkan oleh PP 71 Tahun 2020 Tentang peran serta masyarakat dan PERS diatur dalam Undang-Undang No 40 Tahun 1999.

Karena Proyek P3TGAI didanai uang Negara maka LSM, Pers dan Ormas berhak melakukan monitoring, Bukan malah membeking pengelola Proyek,” tegas Yayat.

Senada dengan Yayat, Tisna, Ketua LSM LBR meminta kepada setiap Ketua LSM, Ormas maupun insan Pers di Lebak harus lebih selektif dalam merekrut anggota yang berkompeten, tidak seperti kedua oknum ini, yang melucuti harga diri profesi sosial kontrolnya, demi kepentingan pribadi.

Kepala Biro Lebak, Aan Nurlamsyah telah melakukan koordinasi dengan Pimpinan Redaksi Media Mitrapol di Jakarta guna menempuh jalur Hukum. Langkah tersebut diambil agar kejadian serupa tidak dialami kembali baik oleh Wartawan, LSM dan Anggota Ormas

“Kedua oknum itu keterlaluan, kejadian ini perlu dilaporkan, sekaligus kami akan minta pada Polisi menindak oknum yang memerintahkannya. Kurang apa kami, padahal selama ini wartawan Mitrapol selalu bersinergi dengan semua rekan LSM, Ormas, OKP bahkan Pemerintahan Desa di Lebak,” pungkasnya.

 

 

Tim mitrapol

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *