Namanya dicatut dalam postingan, Rektor Uncen klarifikasi dan lapor Polisi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jayapura – Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) DR,.Ir. Apolo Safanpo, ST, MT mendatangi penyidik Subdit V Dit Reskrimsus Polda Papua untuk membantah dan mengklarifikasi tulisan terkait pernyataan dalam mendukung Otsus Jilid II dan Pemekaran di Papua yang mencatut namanya sebagai penulis.

Tulisan pernyataan tersebut diposting di media sosial dan viral.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. AM Kamal dalam keterangan tertulis mengatakan, selain kedatangan Rektor Uncen di Polda Papua untuk mengklarifikasi, juga untuk melaporkan pencemaran nama baiknya.

“Dari pengakuan Rektor Uncen, Pernyataan tersebut adalah Hoax atau tidak benar yang dibuat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan Rektor Uncen,” kata Kombes Kamal.

Kamal menambahkan, setelah mengklarifikasi hal tersebut, DR,.Ir. Apolo Safanpo, ST,.MT kemudian melaporkan pencemaran nama baik ke Polda Papua.

Sebelumnya, ada tulisan dengan judul “Pernyataan Rektor Uncen : Kalau Otsus dan Pemekaran dilanjutkan” beredar di WhatsApp.

Didalam tulisan pernyataan itu terdapat 11 poin yang menjelaskan bahwa jika Otsus dan pemekaran dilanjutkan akan berdampak buruk bagi Papua.

Pada poin pertama misalnya, disitu dijelaskan bahwa, Papua akan menjadi ladang eksploitasi SDA besar-besaran karena Otsus dan pemekaran akan membuka akses dan memberi jaminan sepenuhnya pada kapitalis asing dan indonesia. Akibatnya, masyarakat adat tergusur, termarjinal, terasing di atas negerinya sendiri.

Kemudian di poin kedua menyebutkan, Papua akan diduduki dan dikuasai oleh TNI/Polri dari kampung-kampung hingga ke perkotaan (mengikuti wilayah pemekaran) untuk melindungi eksploitasi SDA. TNI/Polri akan menghadapi rakyat Papua yang protes dan melawan atas hak-haknya.

Sedangkan pernyataan lainya yakni, terdapat 4 poin yang menjelaskan tentang penentuan nasib sendiri rakyat Papua.

Salah satu poin tertulis, maka akar konflik Papua versus Indonesia akan teratasi, sehingga kejahatan di bawah kolonialisme, kapitalisme dan militerisme akan berhenti.

Di akhir tulisan pernyataan tersebut, tercantum nama lengkap Rektor Uncen, DR,.Ir.Apolo Safanpo, ST,.MT sebagai penulis.

Postingan tersebut beredar di media sosial pada hari Selasa, 29 September 2020.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *