Mantap kualitas, lahan Tailing PT. Freeport dijadikan untuk bercocok tanam

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Timika – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Fakultas Pertanian Universitas Papua (Faperta UNIPA) melakukan serangkaian penelitian dalam pemanfaatan lahan tailing PTFI di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua menjadi lahan produktif bagi tanaman pangan.

Penelitian kualitas tanah sekaligus pemanfaatan produk pupuk ini diinisiasi oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai upaya dalam meminimalisasi dampak operasi perusahaan terhadap lingkungan, selain itu agar mempercepat pemulihan lingkungan di lahan bekas operasi, serta mengoptimalkan nilai tambah perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat melalui upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan peningkatan produksi pangan, perikanan, dan perikanan di Kabupaten Mimika.

Didalam penelitian itu, hasilnya adalah lahan tailing milik PT Freeport Indonesia (PTFI) dinyatakan dapat dimanfaatkan sebagai lahan tumbuh yang aman bagi berbagai jenis tanaman pangan.

Apalagi didukung dengan pupuk organik yang telah disiapkan untuk membantu pemberantasan hama secara alami

Salah satu tanaman yang turut diujicoba yakni terong.

Pengawas Umum Reklamasi Daratan Tinggi PT Freeport Indonesia, Pratita Puradyatmika dalam keterangan tertulis yang diterima MITRAPOL mengatakan, sebanyak 140 jenis tumbuhan dilibatkan dalam uji penelitian dengan cara ditanam pada seribu hektar lahan tailing reklamasi.

“Hasilnya adalah terdapat sejumlah jenis tanaman berhasil dibudidayakan di lahan tailing PTFI, bahkan ada beberapa tanaman buah seperti Nanas, Melon, Naga dan Mangga, mampu menghasilkan rasa yang lebih manis ketimbang ditanam ditempat lain” kata Pratita.

Pratita menjelaskan, hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa tanaman buah-buahan dan sayur-sayuran bertumbuh subur di lahan tailing milik PT. Freeport Indonesia (PTFI).

Disamping itu diperkuat dengan menggunakan pupuk organik. Olehnya itu tanaman-tanaman berupa buah dan sayuran tersebut dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi karena memiliki kadar logam tembaga (Cu),seng (Zn), Timbal (Pb), Arsen (As) dan Air raksa (Hg) dimana jauh lebih rendah dari ambang batas aman makanan yang ditetapkan pemerintah dalam SK Dirjen POM No. 03725/B/SK/VII/89

Dr. Sartji Taberima, M.Si, dalam penelitiannya menyatakan, lahan tailing tersebut mampu meningkatkan ketersediaan kandungan unsur hara esensial, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas tanaman.

Selain itu, Ir. Maria J. Sadsoeitoeboen, M.Si sebagai Pakar Biologi FMIPA-UNIPA menambahkan, PTFI dan UNIPA juga melakukan penelitian pemanfaatan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Dalam penelitian pupuk organik itu, sebanyak 277 jenis tanaman lokal yang menjadi bahan ujicoba.

Setelah melalui ujicoba, sebanyak 14 jenis tumbuhan dinyatakan mampu tumbuh dan mekar dalam melawan hama atau pembasmi organisme pengganggu (pestisida) secara alami.

“Pemanfaatan pestisida alami sangat baik untuk tanaman karena materinya yang cepat terurai, memiliki toksisitas yang rendah, serta tidak meracuni dan merusak tanaman. Selain itu, Pestisida Alami pun cenderung lebih hemat biaya karena pembuatannya yang mudah,” pungkas Maria.

 

Reporter : AQM

Loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *